Yuk, Kenali Perbedaan Bahasa Jepang Formal dan Nonformal. Penting Banget!
Pernah nggak sih kamu lagi nonton anime atau drama Jepang, terus bingung kenapa kadang karakternya ngomong sok formal, kadang malah santai banget? Atau mungkin kamu lagi belajar bahasa Jepang terus ketemu dua macam gaya bicara ini? Nah, itu dia yang mau kita bahas sekarang: perbedaan antara bahasa Jepang formal (seiso-go atau keigo) dan nonformal (futsuu-go). Kenapa penting? Soalnya salah pakai bisa bikin salah paham, bahkan terkesan nggak sopan. Jadi, biar kita makin luwes dan pede ngobrol pake bahasa Jepang, yuk kita bedah tuntas perbedaannya, lengkap sama contoh-contohnya. Fokusnya di sini actual info ya, nggak pake basa-basi robotik atau terlalu manis.
Ini pertanyaan paling mendasar. Memang nggak ada aturan baku yang kaku banget kayak di buku tata bahasa, tapi ada panduan umum yang bisa kamu pegang. Intinya, lihat siapa lawan bicara kamu dan dalam situasi apa percakapan itu terjadi.
Situasi yang Membutuhkan Bahasa Formal (Keigo)
Bahasa formal itu ibarat kamu pakai baju rapi pas ketemu orang penting atau menghadiri acara resmi. Tujuannya adalah menunjukkan rasa hormat, menjaga jarak sosial, dan memberikan kesan profesional.
Situasi Kerja atau Profesional
Masuk ke dunia kerja di Jepang itu artinya siap-siap nyemplung ke lautan keigo.
- Atasan dan Bos: Ini udah pasti. Kalau kamu karyawan baru, ya jelas harus pakai keigo ke atasan kamu.
- Senior (Senpai): Meskipun kadang ada senpai yang santai, tetap aja memulai dengan keigo itu lebih aman. Nanti kalau sudah akrab banget, baru bisa sedikit melunak.
- Pelanggan atau Klien: Di dunia pelayanan atau bisnis, keigo itu harga mati. Memperlakukan pelanggan dengan hormat itu kunci utama.
- Orang yang Lebih Tua atau Berstatus Lebih Tinggi: Generalisasi, tapi ini sering jadi acuan. Orang yang lebih tua, punya kedudukan lebih tinggi, atau belum begitu akrab biasanya jadi target penggunaan keigo.
Acara atau Pertemuan Resmi
Mau itu rapat, seminar, atau acara keluarga besar yang nggak begitu akrab, keigo jadi pilihan yang tepat.
- Rapat Kantor: Baik dihadiri kolega maupun pihak eksternal, keigo sangat vital.
- Seminar atau Presentasi: Kamu sebagai pembicara atau peserta, keigo menunjukkan keseriusan dan profesionalisme.
- Pertemuan dengan Orang yang Baru Dikenal: Kalau baru pertama kali ketemu, apalagi dalam konteks yang serius, keigo adalah langkah awal yang baik untuk membangun kesan positif.
Menulis Surat atau Email Penting
Nggak cuma ngomong, keigo juga penting dalam tulisan.
- Lamaran Kerja: Ini udah pasti pakai keigo tingkat tinggi.
- Email Bisnis Resmi: Mengirim proposal, permintaan kerjasama, atau korespondensi penting lainnya.
- Surat Undangan Resmi: Mau itu untuk acara, rapat, atau keperluan formal lainnya.
Situasi yang Memungkinkan Bahasa Nonformal (Futsuu-go)
Bahasa nonformal itu kayak kamu lagi ngumpul sama teman-teman dekat. Santai, akrab, dan nggak perlu terlalu memikirkan kosa kata atau struktur kalimat yang rumit.
Teman Dekat dan Keluarga
Orang-orang terdekat adalah pengguna utama futsuu-go.
- Teman Sebaya yang Sudah Akrab: Kalau udah sering hangout, gosip bareng, ya pasti ngomongnya santai.
- Pasangan Hidup atau Pacar: Hubungan romantis biasanya identik dengan gaya bicara yang luwes.
- Adik atau Kakak Kandung (yang lebih muda atau sebaya): Dalam keluarga, keakraban seringkali meniadakan kebutuhan akan keigo berlebihan.
- Anak-anak: Kepada anak-anak, orang dewasa biasanya menggunakan gaya bahasa yang lebih sederhana dan langsung.
Lingkungan Santai dan Informal
Kadang, situasi yang nggak terduga pun bisa jadi momen untuk usare futsuu-go.
- Berkumpul dengan Teman Sekelas atau Rekan Kuliah yang Akrab: Setelah jam kuliah selesai, suasana bisa berubah jadi lebih santai.
- Acara Santai Bersama Teman-teman: Pesta ulang tahun, kumpul makan-makan, atau kegiatan nongkrong lainnya.
- Dengan Orang yang Jauh Lebih Muda dan Hubungannya Dekat: Misalnya, keponakan yang masih kecil atau adik kelas yang sudah dianggap seperti adik sendiri.
Saat Menulis Pesan Singkat atau Chatting Nonformal
Digital communication, especially informal ones, often uses futsuu-go.
- Chat dengan Teman: Ini udah pasti.
- Membalas Pesan Pendek dari Orang yang Akrab: Nggak perlu formal kalau pesannya singkat dan tujuannya personal.
Struktur Dasar Perbedaan Formal vs. Nonformal
Perbedaan paling mencolok ada di pemilihan kata, partikel, dan akhiran kalimat. Mari kita bedah satu per satu.
Perubahan Kata Kerja (Verb)
Ini bagian yang paling kentara. Kata kerja punya konjugasi yang berbeda untuk formal dan nonformal.
Bentuk Kasual/Nonformal (Futsuu-go)
Bentuk ini yang biasanya pertama kali dipelajari dalam grammar.
- Bentuk Kamus (Dictionary Form): Ini bentuk dasarnya.
- Contoh: 食べる (taberu – makan), 行く (iku – pergi), する (suru – melakukan), 見る (miru – melihat)
- Bentuk -masu: Bentuk sopan dasar, sering diartikan sebagai non-formal yang sedikit beradab.
- Contoh: 食べます (tabemasu), 行きます (ikimasu), します (shimasu), 見ます (mimasu)
- Bentuk -te: Bentuk yang dipakai untuk menghubungkan aksi, memberi perintah informal, atau menyatakan permintaan.
- Contoh: 食べて (tabete – makanlah), 行って (itte – pergilah), して (shite – lakukanlah), 見て (mite – lihatlah)
- Bentuk Lampau:
- Nonformal: 食べた (tabeta), 行った (itta), した (shita), 見た (mita)
- Sopan Dasar: 食べました (tabemashita), 行きました (ikimashita), しました (shimasu), 見ました (mimashita)
Bentuk Formal (Keigo)
Di sini mulai agak rumit karena ada beberapa tingkatan. Tapi fokus utama kita adalah penggunaan bentuk sopan tingkat tinggi.
- Bentuk -masu: Ini adalah dasar keigo yang paling umum digunakan. Semua kata kerja bisa dikonjugasikan ke bentuk -masu.
- Contoh: 食べます (tabemasu), 行きます (ikimasu), します (shimasu), 見ます (mimasu)
- Bentuk Pengetahuan/Informasi (Perkenalan): Digunakan untuk menyatakan suatu fakta atau informasi dengan cara yang lebih formal.
- Contoh: ~です (desu) untuk kata benda dan kata sifat-na, ~である (dearu) untuk tulisan lebih formal atau narasi. Keduanya memiliki nuansa sopan.
- Bentuk Hormat (Sonkeigo) dan Bentuk Rendah Hati (Kenjougo): Ini bagian yang paling “ribet” tapi paling penting dalam keigo. Akan kita bahas terpisah nanti.
Penggunaan Partikel
Partikel dalam bahasa Jepang sangat krusial. Dan ya, ada perbedaan juga antara formal dan nonformal.
Partikel dalam Bahasa Nonformal
Partikel terdengar lebih “kasar” atau langsung.
- が (ga) vs. は (wa): Dalam percakapan nonformal, keduanya seringkali bisa ditukar (meskipun ada kaidah gramatikalnya). Dalam konteks yang lebih santai, は (wa) seringkali hilang atau digantikan oleh intonasi.
- よ (yo): Digunakan untuk memberikan penekanan atau memberi tahu sesuatu yang mungkin belum diketahui lawan bicara.
- Contoh: これ、いいねよ! (Kore, ii ne yo! – Ini bagus lho!)
- ね (ne): Digunakan untuk mencari persetujuan atau konfirmasi, seringkali diterjemahkan sebagai “kan?” atau “ya?”.
- Contoh: 今日は暑いね。(Kyou wa atsui ne – Hari ini panas ya.)
- ぞ (zo) / ぜ (ze): Partikel akhir kalimat yang sangat maskulin dan agak kasar, sering dipakai pria untuk menekankan atau memberi perintah informal. Hindari dulu kalau belum yakin.
Partikel dalam Bahasa Formal
Partikel digunakan dengan lebih hati-hati dan seringkali untuk menunjukkan hormat.
- は (wa) dan が (ga): Penggunaannya lebih krusial dan mengikuti kaidah tata bahasa yang lebih ketat.
- です (desu): Pengganti copula “da” yang lebih sopan.
- Contoh nonformal: これは本だ (Kore wa hon da – Ini buku)
- Contoh formal: これは本です (Kore wa hon desu – Ini adalah buku)
- ます (masu): Akhiran kata kerja sopan yang umum.
- ございます (gozaimasu): Bentuk lebih hormat dari desu, sering dipakai dalam pelayanan atau situasi sangat formal.
- Contoh: ありがとうございます (Arigatou gozaimasu – Terima kasih banyak, bentuk paling umum), おはようございます (Ohayou gozaimasu – Selamat pagi, bentuk sopan).
Akhiran Kalimat dan Ungkapan Sopan
Ini dia yang bikin percakapan terdengar beda banget.
Akhiran Kalimat Nonformal
Pendek, langsung, dan terkadang terdengar agak kurang sopan kalau dipakai di situasi formal.
- Tanpa Akhiran: Kalimat bisa berakhir langsung jika konteksnya sudah jelas.
- Contoh: 雨だ (Ame da – Hujan.)
- -だ (-da): Akhiran copula nonformal yang umum.
- Contoh: 彼は学生だ (Kare wa gakusei da – Dia adalah pelajar.)
- -る (-ru): Akhiran kata kerja bentuk kamus, sering digunakan dalam percakapan cepat.
- Contoh: 行く (iku – akan pergi)
Akhiran Kalimat Formal
Memiliki berbagai tingkatan kesopanan.
- -です (-desu): Akhiran yang paling umum untuk menyatakan sesuatu secara sopan. Digunakan setelah kata benda atau kata sifat-na.
- Contoh: 先生です (Sensei desu – Saya adalah guru).
- -ます (-masu): Akhiran kata kerja bentuk sopan.
- Contoh: 食べます (Tabemasu – Saya akan makan).
- -ました (-mashita): Bentuk lampau dari -masu.
- Contoh: 食べました (Tabemashita – Saya sudah makan).
- -ませ ん (-masen): Bentuk negatif dari -masu.
- Contoh: 食べません (Tabemasen – Saya tidak akan makan).
- -ましょう (-mashou): Bentuk ajakan sopan.
- Contoh: 一緒に行きましょう (Issho ni ikimashou – Mari kita pergi bersama).
- -ましょうか (-mashou ka): Bentuk menawarkan bantuan atau bertanya apakah lawan bicara mau melakukan sesuatu.
- Contoh: ここで待ちましょうか (Koko de machimashou ka – Apakah saya sebaiknya menunggu di sini?).
Perbedaan Penggunaan Kata Ganti dan Sapaan
Pemilihan kata ganti dan cara memanggil orang juga sangat mencerminkan tingkat formalitas.
Kata Ganti dalam Bahasa Nonformal
Lebih bebas dan seringkali menggunakan nama.
- 私 (watashi): Masih umum, tapi bisa kedengaran agak formal kalau konteksnya sudah sangat akrab. Pria kadang pakai 僕 (boku) atau 俺 (ore) yang lebih kasar. Wanita bisa pakai あたし (atashi).
- あなた (anata): Sangat riskan dipakai dalam percakapan nonformal. Seringkali dihindari dan diganti dengan nama lawan bicara.
- Menggunakan Nama Langsung: Ini paling umum.
- Contoh: 太郎、元気? (Tarou, genki? – Tarou, apa kabar?)
Kata Ganti dalam Bahasa Formal
Lebih hati-hati dan seringkali menghindari penggunaan kata ganti orang kedua.
- 私 (watashi): Pilihan paling aman dan sopan untuk “saya”.
- あなた (anata): Hindari sebisa mungkin! Gunakan nama lawan bicara dengan tambahan san (~さん).
- Contoh: 田中さん、いらっしゃいますか。(Tanaka-san, irasshaimasu ka – Apakah Bapak/Ibu Tanaka ada?)
- Bapak/Ibu/Saudara/i: Dalam bahasa Indonesia kita punya, nah di Jepang bisa pakai nama langsung dengan tambahan さん (san).
- Contoh: 山田さん (Yamada-san), 佐藤さん (Satou-san).
- Anda: Dalam bahasa Indonesia kita sering pakai “Anda” untuk formal, di Jepang lebih umum nama + san.
Sapaan dan Panggilan
Cara memanggil orang (misal: bos, guru, teman) juga menentukan.
Sapaan Nonformal
Dekat dan akrab.
- Nama Panggilan: Seringkali hanya nama depannya, atau singkatan nama.
- Contoh: ダイ (Dai – dari Daiki), チカ (Chika – dari Chikako).
- Senpai/Kohai: Digunakan dalam lingkungan sekolah atau kerja, tapi dengan cara yang lebih santai.
- Contoh: 〇〇君 (〇〇-kun) untuk laki-laki, 〇〇ちゃん (〇〇-chan) untuk anak-anak atau wanita yang sangat akrab.
Sapaan Formal
Menunjukkan rasa hormat dan hierarki.
- Nama + さん (san): Ini adalah sapaan paling standar dan aman. Bisa untuk pria maupun wanita.
- Contoh: 山田さん (Yamada-san).
- ~先輩 (senpai): Digunakan kepada senior yang sudah akrab atau dalam konteks yang sedikit formal.
- ~先生 (sensei): Untuk guru, dokter, atau orang yang dianggap ahli.
- ~様 (sama): Tingkat kesopanan tertinggi, biasanya untuk pelanggan, dewa, atau permintaan yang sangat penting.
- Contoh: お客様様 (Okyaku-sama – Pelanggan yang terhormat).
Keigo: Senjata Utama Bahasa Jepang Formal
Keigo adalah sistem bahasa Jepang formal yang terbagi dalam tiga kategori utama. Memahaminya akan sangat membantu kamu berkomunikasi dengan benar.
1. Sonkeigo (尊敬語) – Bahasa Hormat
Tujuannya adalah untuk meninggikan lawan bicara atau orang yang dibicarakan. Kita menggunakan kata kerja atau kata benda yang berbeda untuk menunjukkan bahwa kita menghormati mereka.
Perubahan Kata Kerja Sonkeigo
Ada struktur khusus yang perlu kamu hafal.
- Menggunakan Awalan お~になる (o-~ni naru) atau ご~になる (go-~ni naru) + Bentuk Kamus:
- Contoh:
- 食べる (taberu – makan) -> お食べになる (o-tabe ni naru – makanlah [formal])
- 行く (iku – pergi) -> お行きになる (o-iki ni naru – pergilah [formal])
- する (suru – melakukan) -> お成りになる (o-nari ni naru – jadilah/datanglah [formal]) – ini agak khusus
- 見る (miru – melihat) -> ご覧になる (go-ran ni naru – lihatlah [formal]) – ini pengecualian, tidak pakai お~になる
- 聞く (kiku – mendengar) -> お聞きになる (o-kiki ni naru – dengarkanlah [formal])
- Menggunakan Bentuk Spesial (Kata Kerja yang Benar-benar Berbeda): Ada kata kerja tertentu yang punya bentuk sonkeigo sendiri dari berbagai kosakata.
- Contoh:
- いる (iru – ada, untuk makhluk hidup) -> いらっしゃる (irassharu – ada [formal])
- 言う (iu – mengatakan) -> おっしゃる (ossharu – mengatakan [formal])
- 来る (kuru – datang) -> いらっしゃる (irassharu – datang [formal])
- する (suru – melakukan) -> なさる (nasaru – melakukan [formal])
- 行く (iku – pergi) -> いらっしゃる (irassharu – pergi [formal])
- 寝る (neru – tidur) -> お休みになる (o-yasumi ni naru – tidur [formal])
- 食べる (taberu – makan) -> 召し上がる (meshiagaru – makan [formal])
Contoh Penggunaan Sonkeigo
Mari kita lihat dalam kalimat.
- Nonformal: 先生は本を読んだ。(Sensei wa hon o yonda. – Guru membaca buku.)
- Formal (Sonkeigo): 先生は本をお読みになりました。(Sensei wa hon o o-yomi ni narimashita. – Guru telah membaca buku.)
- Nonformal: 部長が会議に来る。(Buchou ga kaigi ni kuru. – Kepala departemen datang ke rapat.)
- Formal (Sonkeigo): 部長がいらっしゃいます。(Buchou ga irasshaimasu. – Kepala departemen datang.)
2. Kenjougo (謙譲語) – Bahasa Rendah Hati
Tujuannya adalah untuk merendahkan diri sendiri atau kelompok kita agar lawan bicara atau orang yang kita hormati terlihat lebih tinggi. Kita menggunakan kata kerja atau kosakata yang berbeda untuk ini.
Perubahan Kata Kerja Kenjougo
Strukturnya juga unik.
- Menggunakan Awalan お~する (o-~suru) atau ご~する (go-~suru) + Bentuk Kamus: Ini paling umum.
- Contoh:
- 行く (iku – pergi) -> お行きする (o-iki suru – saya akan pergi [formal, merendahkan diri])
- 見る (miru – melihat) -> お見えする (o-mie suru – saya akan melihat/mengunjungi [formal, merendahkan diri])
- 言う (iu – mengatakan) -> お話しする (o-hanashi suru – saya akan berbicara [formal, merendahkan diri])
- 説明する (setsumei suru – menjelaskan) -> ご説明する (go-setsumei suru – saya akan menjelaskan [formal, merendahkan diri])
- Menggunakan Bentuk Spesial: Ada kata kerja yang punya bentuk kenjougo sendiri.
- Contoh:
- いる (iru – ada) -> 参る (mairu – ada/datang/pergi [formal, merendahkan diri])
- 言う (iu – mengatakan) -> 申す (mousu – mengatakan [formal, merendahkan diri]) / 申し上げる (moushiageru – mengatakan [lebih formal lagi, merendahkan diri])
- 来る (kuru – datang) -> 参る (mairu – datang [formal, merendahkan diri])
- する (suru – melakukan) -> いたす (itasu – melakukan [formal, merendahkan diri])
- 食べる (taberu – makan) -> いただく (itadaku – makan/menerima [formal, merendahkan diri])
Contoh Penggunaan Kenjougo
Mari kita lihat perbedaannya.
- Nonformal: 私が資料を渡した。(Watashi ga shiryou o watashita. – Saya memberikan dokumen.)
- Formal (Kenjougo): 私が資料をお渡しいたします。(Watashi ga shiryou o o-watashi itashimasu. – Saya akan memberikan dokumen.)
- Nonformal: 今日、先生の家に行く。(Kyou, sensei no ie ni iku. – Hari ini saya pergi ke rumah guru.)
- Formal (Kenjougo): 今日、先生のお宅に参ります。(Kyou, sensei no o-taku ni mairimasu. – Hari ini saya akan mengunjungi rumah Bapak/Ibu Guru.)
3. Teineigo (丁寧語) – Bahasa Sopan
Ini adalah bentuk keigo yang paling dasar dan paling sering digunakan. Tujuannya adalah untuk membuat percakapan terdengar sopan secara umum, tanpa meninggikan pihak lain atau merendahkan diri secara drastis.
Ciri Khas Teineigo
Penggunaan akhiran -masu dan -desu.
- Akhiran Kata Kerja -masu:
- Contoh: 食べます (tabemasu), 行きます (ikimasu), します (shimasu), 見ます (mimasu)
- Akhiran Kata Benda/Sifat-na -desu:
- Contoh: 学生です (gakusei desu), きれいです (kirei desu)
- Awalan お~ dan ご~ pada Kata Benda/Kata Sifat: Digunakan untuk membuat kata benda atau kata sifat terdengar lebih sopan.
- Contoh:
- お茶 (ocha – teh [lebih sopan daripada 茶 cha])
- ご両親 (go-ryoushin – orang tua [lebih sopan daripada 親 oyia])
- ごめんね (gomen ne – maaf ya [nonformal]) vs. ごめんなさい (gomen nasai – maaf [standar sopan])
Contoh Penggunaan Teineigo
Ini adalah bentuk yang paling sering kamu temui setelah belajar dasar-dasar N5/N4.
- Nonformal: これ、美味しい。(Kore, oishii. – Ini enak.)
- Formal (Teineigo): これは美味しいです。(Kore wa oishii desu. – Ini enak.)
- Nonformal: どこに行く?(Doko ni iku? – Mau pergi ke mana?)
- Formal (Teineigo): どちらに行かれますか? (Dochira ni ikaremasu ka? – Mau pergi ke mana? [Ini sudah mencampur Sonkeigo dengan Teineigo, sedikit lebih tinggi]) atau どちらに行きますか? (Dochira ni ikimasu ka? – Mau pergi ke mana? [Teineigo murni])
Perbedaan dalam Ungkapan Sehari-hari dan Ungkapan Serapan
Bahkan dalam percakapan sehari-hari, ada perbedaan nuansa.
Ungkapan Sehari-hari yang Berubah
Beberapa frasa umum punya versi formal dan nonformal.
- Terima Kasih:
- Nonformal: ありがとう (arigatou)
- Formal (Teineigo): ありがとうございます (arigatou gozaimasu)
- Lebih Formal: 誠にありがとうございます (makoto ni arigatou gozaimasu)
- Permisi/Maaf:
- Nonformal: ごめん (gomen), すまん (suman – pria)
- Formal (Teineigo): すみません (sumimasen), ごめんなさい (gomen nasai)
- Lebih Formal: 申し訳ございません (moushiwake gozaimasen)
- Saya Tidak Mengerti:
- Nonformal: わからない (wakaranai)
- Formal (Teineigo): わかりません (wakarimasen)
- Kenjougo (Merendahkan diri): 存じません (zonjimasen – untuk pengetahuan)
Pengaruh Kata Serapan (Gairaigo)
Kata-kata dari bahasa asing (terutama Inggris) biasanya lebih sering muncul dalam percakapan nonformal.
- Contoh:
- “Okay” -> OK (dibaca “ookay”) atau OKです (ookay desu).
- “Super” -> すごい (sugoi) (Jepang asli) vs. スーパー (suupaa) (serapan, kalau konteksnya lebih santai atau merujuk pada hal tertentu seperti “supermarket”).
- “Nice to meet you” -> はじめまして (hajimemashite) (normal) vs. Nice to meet you (bisa muncul dalam percakapan nonformal antar orang asing atau yang terbiasa dengan bahasa Inggris).
Tips Praktis Membedakan dan Menggunakan
Nggak perlu jadi ahli keigo dalam semalam. Mulai dari yang paling dasar dulu.
Mulai dengan Teineigo
Ini adalah landasan yang paling penting. Kalau kamu bisa menggunakan bentuk -masu dan -desu dengan benar, kamu sudah bisa berkomunikasi dengan sebagian besar orang dalam situasi sopan.
Latih Bentuk -masu dan -desu
Ubah kalimat-kalimat nonformal yang kamu tahu ke bentuk -masu/-desu.
Contoh:
- Nonformal: 食べない (tabenai – tidak makan) -> Formal: 食べません (tabemasen – tidak makan/akan makan [sopan])
- Nonformal: 静かだ (shizuka da – tenang) -> Formal: 静かです (shizuka desu – tenang [sopan])
Perhatikan Konteks dan Lawan Bicara
Ini kuncinya!
Dengarkan dan Perhatikan
Saat kamu menonton film, anime, atau mendengarkan percakapan orang Jepang, coba perhatikan bagaimana mereka berbicara satu sama lain dalam berbagai situasi. Kapan mereka pakai -masu/-desu? Kapan mereka pakai bentuk kamus?
Jangan Takut Salah, Tapi Belajar
Salah pakai keigo itu wajar banget, terutama di awal. Yang penting adalah kesadaran dan kemauan untuk belajar. Lebih baik sedikit terlalu formal daripada terlihat kasar.
Kapan Harus Berani Menggunakan Ragam Bahasa yang Lebih Santai?
Kalau kamu sudah merasa nyaman dengan seseorang, dan mereka juga santai berbicara kepadamu, barulah kamu bisa perlahan-lahan mengurangi tingkat formalitas.
- Perhatikan “sinyal” dari lawan bicara: Kalau dia mulai pakai bentuk kamus kepadamu, itu berarti dia merasa cukup nyaman untuk kamu ajak bicara santai.
- Mulai dengan percakapan ringan: Jangan langsung tiba-tiba ganti gaya bicara drastis. Mulai dari pertanyaan simpel, pujian, atau obrolan ringan.
Kapan Akhirnya Bahasa Jepang Formal Dianggap “Terlalu Berlebihan”?
Meskipun penting, ada kalanya keigo bisa terdengar aneh atau tidak pada tempatnya.
Dalam Situasi yang Sangat Akrab
Jika kamu sudah sangat dekat dengan seseorang (teman dekat, anggota keluarga kecil, pasangan), menggunakan keigo yang terus menerus bisa menciptakan jarak yang tidak perlu. Ini bisa terdengar kaku, dingin, atau bahkan seperti mengejek.
- Contoh Aneh: Mengatakan “Saya ingin makan.” dengan menggunakan kenjougo yang sangat rumit kepada pacar sendiri.
- Pacar: “Mau makan apa?”
- Kamu: “Saya ingin いただく (itadaku) ramen.” -> Ini terdengar sangat aneh dan tidak natural. Cukup bilang “ラーメン食べたい (ramen tabetai)” atau “ラーメン食べます (ramen tabemasu)”.
Saat Seseorang Tertentu Tidak Memerlukannya
Ada orang-orang yang memang punya gaya bicara santai, meskipun mereka punya posisi atau usia lebih tinggi. Mereka mungkin akan memberikan sinyal bahwa kamu boleh bicara lebih santai kepada mereka.
- Perhatikan perubahan nada bicara: Kadang, seseorang akan otomatis melunak dalam bicaranya ketika mereka merasa nyaman dengan lawan bicara.
- Jika ragu, gunakan Teineigo: Lebih baik aman daripada menyinggung.
Dalam Tulisan Tertentu yang Santai
Misalnya, email ke teman kerja yang sudah akrab, atau postingan di media sosial yang sifatnya personal.
- Menulis pesan ke teman:
- Nonformal: 明日、映画見に行こうぜ!(Ashita, eiga mi ni ikou ze! – Besok nonton film yuk!)
- Formal (tidak cocok sama sekali): 明日、映画にご一緒なさられませんか? (Ashita, eiga ni go-issho nasaresenn ka? – Apakah Bapak/Ibu berkenan untuk pergi menonton film bersama besok?) -> Ini benar-benar salah konteks.
Dengan memahami perbedaan mendasar antara bahasa Jepang formal dan nonformal, kamu selangkah lebih maju dalam menguasai bahasa ini. Ingat, ini adalah sebuah perjalanan. Terus berlatih, dengarkan baik-baik, dan jangan takut untuk mencoba. Ganbatte!

