Perbedaan Bahasa Jepang Formal dan Nonformal Lengkap dengan Contohnya

250520261779714512

Yuk, Kenali Perbedaan Bahasa Jepang Formal dan Nonformal. Penting Banget!

Pernah nggak sih kamu lagi nonton anime atau drama Jepang, terus bingung kenapa kadang karakternya ngomong sok formal, kadang malah santai banget? Atau mungkin kamu lagi belajar bahasa Jepang terus ketemu dua macam gaya bicara ini? Nah, itu dia yang mau kita bahas sekarang: perbedaan antara bahasa Jepang formal (seiso-go atau keigo) dan nonformal (futsuu-go). Kenapa penting? Soalnya salah pakai bisa bikin salah paham, bahkan terkesan nggak sopan. Jadi, biar kita makin luwes dan pede ngobrol pake bahasa Jepang, yuk kita bedah tuntas perbedaannya, lengkap sama contoh-contohnya. Fokusnya di sini actual info ya, nggak pake basa-basi robotik atau terlalu manis.

Ini pertanyaan paling mendasar. Memang nggak ada aturan baku yang kaku banget kayak di buku tata bahasa, tapi ada panduan umum yang bisa kamu pegang. Intinya, lihat siapa lawan bicara kamu dan dalam situasi apa percakapan itu terjadi.

Daftar Isi tampilkan

Situasi yang Membutuhkan Bahasa Formal (Keigo)

Bahasa formal itu ibarat kamu pakai baju rapi pas ketemu orang penting atau menghadiri acara resmi. Tujuannya adalah menunjukkan rasa hormat, menjaga jarak sosial, dan memberikan kesan profesional.

Situasi Kerja atau Profesional

Masuk ke dunia kerja di Jepang itu artinya siap-siap nyemplung ke lautan keigo.

  • Atasan dan Bos: Ini udah pasti. Kalau kamu karyawan baru, ya jelas harus pakai keigo ke atasan kamu.
  • Senior (Senpai): Meskipun kadang ada senpai yang santai, tetap aja memulai dengan keigo itu lebih aman. Nanti kalau sudah akrab banget, baru bisa sedikit melunak.
  • Pelanggan atau Klien: Di dunia pelayanan atau bisnis, keigo itu harga mati. Memperlakukan pelanggan dengan hormat itu kunci utama.
  • Orang yang Lebih Tua atau Berstatus Lebih Tinggi: Generalisasi, tapi ini sering jadi acuan. Orang yang lebih tua, punya kedudukan lebih tinggi, atau belum begitu akrab biasanya jadi target penggunaan keigo.

Acara atau Pertemuan Resmi

Mau itu rapat, seminar, atau acara keluarga besar yang nggak begitu akrab, keigo jadi pilihan yang tepat.

  • Rapat Kantor: Baik dihadiri kolega maupun pihak eksternal, keigo sangat vital.
  • Seminar atau Presentasi: Kamu sebagai pembicara atau peserta, keigo menunjukkan keseriusan dan profesionalisme.
  • Pertemuan dengan Orang yang Baru Dikenal: Kalau baru pertama kali ketemu, apalagi dalam konteks yang serius, keigo adalah langkah awal yang baik untuk membangun kesan positif.

Menulis Surat atau Email Penting

Nggak cuma ngomong, keigo juga penting dalam tulisan.

  • Lamaran Kerja: Ini udah pasti pakai keigo tingkat tinggi.
  • Email Bisnis Resmi: Mengirim proposal, permintaan kerjasama, atau korespondensi penting lainnya.
  • Surat Undangan Resmi: Mau itu untuk acara, rapat, atau keperluan formal lainnya.

Situasi yang Memungkinkan Bahasa Nonformal (Futsuu-go)

Bahasa nonformal itu kayak kamu lagi ngumpul sama teman-teman dekat. Santai, akrab, dan nggak perlu terlalu memikirkan kosa kata atau struktur kalimat yang rumit.

Teman Dekat dan Keluarga

Orang-orang terdekat adalah pengguna utama futsuu-go.

  • Teman Sebaya yang Sudah Akrab: Kalau udah sering hangout, gosip bareng, ya pasti ngomongnya santai.
  • Pasangan Hidup atau Pacar: Hubungan romantis biasanya identik dengan gaya bicara yang luwes.
  • Adik atau Kakak Kandung (yang lebih muda atau sebaya): Dalam keluarga, keakraban seringkali meniadakan kebutuhan akan keigo berlebihan.
  • Anak-anak: Kepada anak-anak, orang dewasa biasanya menggunakan gaya bahasa yang lebih sederhana dan langsung.

Lingkungan Santai dan Informal

Kadang, situasi yang nggak terduga pun bisa jadi momen untuk usare futsuu-go.

  • Berkumpul dengan Teman Sekelas atau Rekan Kuliah yang Akrab: Setelah jam kuliah selesai, suasana bisa berubah jadi lebih santai.
  • Acara Santai Bersama Teman-teman: Pesta ulang tahun, kumpul makan-makan, atau kegiatan nongkrong lainnya.
  • Dengan Orang yang Jauh Lebih Muda dan Hubungannya Dekat: Misalnya, keponakan yang masih kecil atau adik kelas yang sudah dianggap seperti adik sendiri.

Saat Menulis Pesan Singkat atau Chatting Nonformal

Digital communication, especially informal ones, often uses futsuu-go.

  • Chat dengan Teman: Ini udah pasti.
  • Membalas Pesan Pendek dari Orang yang Akrab: Nggak perlu formal kalau pesannya singkat dan tujuannya personal.

Struktur Dasar Perbedaan Formal vs. Nonformal

Perbedaan paling mencolok ada di pemilihan kata, partikel, dan akhiran kalimat. Mari kita bedah satu per satu.

Perubahan Kata Kerja (Verb)

Ini bagian yang paling kentara. Kata kerja punya konjugasi yang berbeda untuk formal dan nonformal.

Bentuk Kasual/Nonformal (Futsuu-go)

Bentuk ini yang biasanya pertama kali dipelajari dalam grammar.

  • Bentuk Kamus (Dictionary Form): Ini bentuk dasarnya.
  • Contoh: ้ฃŸในใ‚‹ (taberu โ€“ makan), ่กŒใ (iku โ€“ pergi), ใ™ใ‚‹ (suru โ€“ melakukan), ่ฆ‹ใ‚‹ (miru โ€“ melihat)
  • Bentuk -masu: Bentuk sopan dasar, sering diartikan sebagai non-formal yang sedikit beradab.
  • Contoh: ้ฃŸในใพใ™ (tabemasu), ่กŒใใพใ™ (ikimasu), ใ—ใพใ™ (shimasu), ่ฆ‹ใพใ™ (mimasu)
  • Bentuk -te: Bentuk yang dipakai untuk menghubungkan aksi, memberi perintah informal, atau menyatakan permintaan.
  • Contoh: ้ฃŸในใฆ (tabete โ€“ makanlah), ่กŒใฃใฆ (itte โ€“ pergilah), ใ—ใฆ (shite โ€“ lakukanlah), ่ฆ‹ใฆ (mite โ€“ lihatlah)
  • Bentuk Lampau:
  • Nonformal: ้ฃŸในใŸ (tabeta), ่กŒใฃใŸ (itta), ใ—ใŸ (shita), ่ฆ‹ใŸ (mita)
  • Sopan Dasar: ้ฃŸในใพใ—ใŸ (tabemashita), ่กŒใใพใ—ใŸ (ikimashita), ใ—ใพใ—ใŸ (shimasu), ่ฆ‹ใพใ—ใŸ (mimashita)

Bentuk Formal (Keigo)

Di sini mulai agak rumit karena ada beberapa tingkatan. Tapi fokus utama kita adalah penggunaan bentuk sopan tingkat tinggi.

  • Bentuk -masu: Ini adalah dasar keigo yang paling umum digunakan. Semua kata kerja bisa dikonjugasikan ke bentuk -masu.
  • Contoh: ้ฃŸในใพใ™ (tabemasu), ่กŒใใพใ™ (ikimasu), ใ—ใพใ™ (shimasu), ่ฆ‹ใพใ™ (mimasu)
  • Bentuk Pengetahuan/Informasi (Perkenalan): Digunakan untuk menyatakan suatu fakta atau informasi dengan cara yang lebih formal.
  • Contoh: ๏ฝžใงใ™ (desu) untuk kata benda dan kata sifat-na, ๏ฝžใงใ‚ใ‚‹ (dearu) untuk tulisan lebih formal atau narasi. Keduanya memiliki nuansa sopan.
  • Bentuk Hormat (Sonkeigo) dan Bentuk Rendah Hati (Kenjougo): Ini bagian yang paling โ€œribetโ€ tapi paling penting dalam keigo. Akan kita bahas terpisah nanti.

Penggunaan Partikel

Partikel dalam bahasa Jepang sangat krusial. Dan ya, ada perbedaan juga antara formal dan nonformal.

Partikel dalam Bahasa Nonformal

Partikel terdengar lebih โ€œkasarโ€ atau langsung.

  • ใŒ (ga) vs. ใฏ (wa): Dalam percakapan nonformal, keduanya seringkali bisa ditukar (meskipun ada kaidah gramatikalnya). Dalam konteks yang lebih santai, ใฏ (wa) seringkali hilang atau digantikan oleh intonasi.
  • ใ‚ˆ (yo): Digunakan untuk memberikan penekanan atau memberi tahu sesuatu yang mungkin belum diketahui lawan bicara.
  • Contoh: ใ“ใ‚Œใ€ใ„ใ„ใญใ‚ˆ๏ผ (Kore, ii ne yo! โ€“ Ini bagus lho!)
  • ใญ (ne): Digunakan untuk mencari persetujuan atau konfirmasi, seringkali diterjemahkan sebagai โ€œkan?โ€ atau โ€œya?โ€.
  • Contoh: ไปŠๆ—ฅใฏๆš‘ใ„ใญใ€‚(Kyou wa atsui ne โ€“ Hari ini panas ya.)
  • ใž (zo) / ใœ (ze): Partikel akhir kalimat yang sangat maskulin dan agak kasar, sering dipakai pria untuk menekankan atau memberi perintah informal. Hindari dulu kalau belum yakin.

Partikel dalam Bahasa Formal

Partikel digunakan dengan lebih hati-hati dan seringkali untuk menunjukkan hormat.

  • ใฏ (wa) dan ใŒ (ga): Penggunaannya lebih krusial dan mengikuti kaidah tata bahasa yang lebih ketat.
  • ใงใ™ (desu): Pengganti copula โ€œdaโ€ yang lebih sopan.
  • Contoh nonformal: ใ“ใ‚Œใฏๆœฌใ  (Kore wa hon da โ€“ Ini buku)
  • Contoh formal: ใ“ใ‚Œใฏๆœฌใงใ™ (Kore wa hon desu โ€“ Ini adalah buku)
  • ใพใ™ (masu): Akhiran kata kerja sopan yang umum.
  • ใ”ใ–ใ„ใพใ™ (gozaimasu): Bentuk lebih hormat dari desu, sering dipakai dalam pelayanan atau situasi sangat formal.
  • Contoh: ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ™ (Arigatou gozaimasu โ€“ Terima kasih banyak, bentuk paling umum), ใŠใฏใ‚ˆใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ™ (Ohayou gozaimasu โ€“ Selamat pagi, bentuk sopan).

Akhiran Kalimat dan Ungkapan Sopan

Ini dia yang bikin percakapan terdengar beda banget.

Akhiran Kalimat Nonformal

Pendek, langsung, dan terkadang terdengar agak kurang sopan kalau dipakai di situasi formal.

  • Tanpa Akhiran: Kalimat bisa berakhir langsung jika konteksnya sudah jelas.
  • Contoh: ้›จใ  (Ame da โ€“ Hujan.)
  • -ใ  (-da): Akhiran copula nonformal yang umum.
  • Contoh: ๅฝผใฏๅญฆ็”Ÿใ  (Kare wa gakusei da โ€“ Dia adalah pelajar.)
  • -ใ‚‹ (-ru): Akhiran kata kerja bentuk kamus, sering digunakan dalam percakapan cepat.
  • Contoh: ่กŒใ (iku โ€“ akan pergi)

Akhiran Kalimat Formal

Memiliki berbagai tingkatan kesopanan.

  • -ใงใ™ (-desu): Akhiran yang paling umum untuk menyatakan sesuatu secara sopan. Digunakan setelah kata benda atau kata sifat-na.
  • Contoh: ๅ…ˆ็”Ÿใงใ™ (Sensei desu โ€“ Saya adalah guru).
  • -ใพใ™ (-masu): Akhiran kata kerja bentuk sopan.
  • Contoh: ้ฃŸในใพใ™ (Tabemasu โ€“ Saya akan makan).
  • -ใพใ—ใŸ (-mashita): Bentuk lampau dari -masu.
  • Contoh: ้ฃŸในใพใ—ใŸ (Tabemashita โ€“ Saya sudah makan).
  • -ใพใ› ใ‚“ (-masen): Bentuk negatif dari -masu.
  • Contoh: ้ฃŸในใพใ›ใ‚“ (Tabemasen โ€“ Saya tidak akan makan).
  • -ใพใ—ใ‚‡ใ† (-mashou): Bentuk ajakan sopan.
  • Contoh: ไธ€็ท’ใซ่กŒใใพใ—ใ‚‡ใ† (Issho ni ikimashou โ€“ Mari kita pergi bersama).
  • -ใพใ—ใ‚‡ใ†ใ‹ (-mashou ka): Bentuk menawarkan bantuan atau bertanya apakah lawan bicara mau melakukan sesuatu.
  • Contoh: ใ“ใ“ใงๅพ…ใกใพใ—ใ‚‡ใ†ใ‹ (Koko de machimashou ka โ€“ Apakah saya sebaiknya menunggu di sini?).

Perbedaan Penggunaan Kata Ganti dan Sapaan

Pemilihan kata ganti dan cara memanggil orang juga sangat mencerminkan tingkat formalitas.

Kata Ganti dalam Bahasa Nonformal

Lebih bebas dan seringkali menggunakan nama.

  • ็ง (watashi): Masih umum, tapi bisa kedengaran agak formal kalau konteksnya sudah sangat akrab. Pria kadang pakai ๅƒ• (boku) atau ไฟบ (ore) yang lebih kasar. Wanita bisa pakai ใ‚ใŸใ— (atashi).
  • ใ‚ใชใŸ (anata): Sangat riskan dipakai dalam percakapan nonformal. Seringkali dihindari dan diganti dengan nama lawan bicara.
  • Menggunakan Nama Langsung: Ini paling umum.
  • Contoh: ๅคช้ƒŽใ€ๅ…ƒๆฐ—๏ผŸ (Tarou, genki? โ€“ Tarou, apa kabar?)

Kata Ganti dalam Bahasa Formal

Lebih hati-hati dan seringkali menghindari penggunaan kata ganti orang kedua.

  • ็ง (watashi): Pilihan paling aman dan sopan untuk โ€œsayaโ€.
  • ใ‚ใชใŸ (anata): Hindari sebisa mungkin! Gunakan nama lawan bicara dengan tambahan san (๏ฝžใ•ใ‚“).
  • Contoh: ็”ฐไธญใ•ใ‚“ใ€ใ„ใ‚‰ใฃใ—ใ‚ƒใ„ใพใ™ใ‹ใ€‚(Tanaka-san, irasshaimasu ka โ€“ Apakah Bapak/Ibu Tanaka ada?)
  • Bapak/Ibu/Saudara/i: Dalam bahasa Indonesia kita punya, nah di Jepang bisa pakai nama langsung dengan tambahan ใ•ใ‚“ (san).
  • Contoh: ๅฑฑ็”ฐใ•ใ‚“ (Yamada-san), ไฝ่—คใ•ใ‚“ (Satou-san).
  • Anda: Dalam bahasa Indonesia kita sering pakai โ€œAndaโ€ untuk formal, di Jepang lebih umum nama + san.

Sapaan dan Panggilan

Cara memanggil orang (misal: bos, guru, teman) juga menentukan.

Sapaan Nonformal

Dekat dan akrab.

  • Nama Panggilan: Seringkali hanya nama depannya, atau singkatan nama.
  • Contoh: ใƒ€ใ‚ค (Dai โ€“ dari Daiki), ใƒใ‚ซ (Chika โ€“ dari Chikako).
  • Senpai/Kohai: Digunakan dalam lingkungan sekolah atau kerja, tapi dengan cara yang lebih santai.
  • Contoh: ใ€‡ใ€‡ๅ› (ใ€‡ใ€‡-kun) untuk laki-laki, ใ€‡ใ€‡ใกใ‚ƒใ‚“ (ใ€‡ใ€‡-chan) untuk anak-anak atau wanita yang sangat akrab.

Sapaan Formal

Menunjukkan rasa hormat dan hierarki.

  • Nama + ใ•ใ‚“ (san): Ini adalah sapaan paling standar dan aman. Bisa untuk pria maupun wanita.
  • Contoh: ๅฑฑ็”ฐใ•ใ‚“ (Yamada-san).
  • ๏ฝžๅ…ˆ่ผฉ (senpai): Digunakan kepada senior yang sudah akrab atau dalam konteks yang sedikit formal.
  • ๏ฝžๅ…ˆ็”Ÿ (sensei): Untuk guru, dokter, atau orang yang dianggap ahli.
  • ๏ฝžๆง˜ (sama): Tingkat kesopanan tertinggi, biasanya untuk pelanggan, dewa, atau permintaan yang sangat penting.
  • Contoh: ใŠๅฎขๆง˜ๆง˜ (Okyaku-sama โ€“ Pelanggan yang terhormat).

Keigo: Senjata Utama Bahasa Jepang Formal

Keigo adalah sistem bahasa Jepang formal yang terbagi dalam tiga kategori utama. Memahaminya akan sangat membantu kamu berkomunikasi dengan benar.

1. Sonkeigo (ๅฐŠๆ•ฌ่ชž) โ€“ Bahasa Hormat

Tujuannya adalah untuk meninggikan lawan bicara atau orang yang dibicarakan. Kita menggunakan kata kerja atau kata benda yang berbeda untuk menunjukkan bahwa kita menghormati mereka.

Perubahan Kata Kerja Sonkeigo

Ada struktur khusus yang perlu kamu hafal.

  • Menggunakan Awalan ใŠ๏ฝžใซใชใ‚‹ (o-~ni naru) atau ใ”๏ฝžใซใชใ‚‹ (go-~ni naru) + Bentuk Kamus:
  • Contoh:
  • ้ฃŸในใ‚‹ (taberu โ€“ makan) -> ใŠ้ฃŸในใซใชใ‚‹ (o-tabe ni naru โ€“ makanlah [formal])
  • ่กŒใ (iku โ€“ pergi) -> ใŠ่กŒใใซใชใ‚‹ (o-iki ni naru โ€“ pergilah [formal])
  • ใ™ใ‚‹ (suru โ€“ melakukan) -> ใŠๆˆใ‚Šใซใชใ‚‹ (o-nari ni naru โ€“ jadilah/datanglah [formal]) โ€“ ini agak khusus
  • ่ฆ‹ใ‚‹ (miru โ€“ melihat) -> ใ”่ฆงใซใชใ‚‹ (go-ran ni naru โ€“ lihatlah [formal]) โ€“ ini pengecualian, tidak pakai ใŠ๏ฝžใซใชใ‚‹
  • ่žใ (kiku โ€“ mendengar) -> ใŠ่žใใซใชใ‚‹ (o-kiki ni naru โ€“ dengarkanlah [formal])
  • Menggunakan Bentuk Spesial (Kata Kerja yang Benar-benar Berbeda): Ada kata kerja tertentu yang punya bentuk sonkeigo sendiri dari berbagai kosakata.
  • Contoh:
  • ใ„ใ‚‹ (iru โ€“ ada, untuk makhluk hidup) -> ใ„ใ‚‰ใฃใ—ใ‚ƒใ‚‹ (irassharu โ€“ ada [formal])
  • ่จ€ใ† (iu โ€“ mengatakan) -> ใŠใฃใ—ใ‚ƒใ‚‹ (ossharu โ€“ mengatakan [formal])
  • ๆฅใ‚‹ (kuru โ€“ datang) -> ใ„ใ‚‰ใฃใ—ใ‚ƒใ‚‹ (irassharu โ€“ datang [formal])
  • ใ™ใ‚‹ (suru โ€“ melakukan) -> ใชใ•ใ‚‹ (nasaru โ€“ melakukan [formal])
  • ่กŒใ (iku โ€“ pergi) -> ใ„ใ‚‰ใฃใ—ใ‚ƒใ‚‹ (irassharu โ€“ pergi [formal])
  • ๅฏใ‚‹ (neru โ€“ tidur) -> ใŠไผ‘ใฟใซใชใ‚‹ (o-yasumi ni naru โ€“ tidur [formal])
  • ้ฃŸในใ‚‹ (taberu โ€“ makan) -> ๅฌใ—ไธŠใŒใ‚‹ (meshiagaru โ€“ makan [formal])

Contoh Penggunaan Sonkeigo

Mari kita lihat dalam kalimat.

  • Nonformal: ๅ…ˆ็”Ÿใฏๆœฌใ‚’่ชญใ‚“ใ ใ€‚(Sensei wa hon o yonda. โ€“ Guru membaca buku.)
  • Formal (Sonkeigo): ๅ…ˆ็”Ÿใฏๆœฌใ‚’ใŠ่ชญใฟใซใชใ‚Šใพใ—ใŸใ€‚(Sensei wa hon o o-yomi ni narimashita. โ€“ Guru telah membaca buku.)
  • Nonformal: ้ƒจ้•ทใŒไผš่ญฐใซๆฅใ‚‹ใ€‚(Buchou ga kaigi ni kuru. โ€“ Kepala departemen datang ke rapat.)
  • Formal (Sonkeigo): ้ƒจ้•ทใŒใ„ใ‚‰ใฃใ—ใ‚ƒใ„ใพใ™ใ€‚(Buchou ga irasshaimasu. โ€“ Kepala departemen datang.)

2. Kenjougo (่ฌ™่ญฒ่ชž) โ€“ Bahasa Rendah Hati

Tujuannya adalah untuk merendahkan diri sendiri atau kelompok kita agar lawan bicara atau orang yang kita hormati terlihat lebih tinggi. Kita menggunakan kata kerja atau kosakata yang berbeda untuk ini.

Perubahan Kata Kerja Kenjougo

Strukturnya juga unik.

  • Menggunakan Awalan ใŠ๏ฝžใ™ใ‚‹ (o-~suru) atau ใ”๏ฝžใ™ใ‚‹ (go-~suru) + Bentuk Kamus: Ini paling umum.
  • Contoh:
  • ่กŒใ (iku โ€“ pergi) -> ใŠ่กŒใใ™ใ‚‹ (o-iki suru โ€“ saya akan pergi [formal, merendahkan diri])
  • ่ฆ‹ใ‚‹ (miru โ€“ melihat) -> ใŠ่ฆ‹ใˆใ™ใ‚‹ (o-mie suru โ€“ saya akan melihat/mengunjungi [formal, merendahkan diri])
  • ่จ€ใ† (iu โ€“ mengatakan) -> ใŠ่ฉฑใ—ใ™ใ‚‹ (o-hanashi suru โ€“ saya akan berbicara [formal, merendahkan diri])
  • ่ชฌๆ˜Žใ™ใ‚‹ (setsumei suru โ€“ menjelaskan) -> ใ”่ชฌๆ˜Žใ™ใ‚‹ (go-setsumei suru โ€“ saya akan menjelaskan [formal, merendahkan diri])
  • Menggunakan Bentuk Spesial: Ada kata kerja yang punya bentuk kenjougo sendiri.
  • Contoh:
  • ใ„ใ‚‹ (iru โ€“ ada) -> ๅ‚ใ‚‹ (mairu โ€“ ada/datang/pergi [formal, merendahkan diri])
  • ่จ€ใ† (iu โ€“ mengatakan) -> ็”ณใ™ (mousu โ€“ mengatakan [formal, merendahkan diri]) / ็”ณใ—ไธŠใ’ใ‚‹ (moushiageru โ€“ mengatakan [lebih formal lagi, merendahkan diri])
  • ๆฅใ‚‹ (kuru โ€“ datang) -> ๅ‚ใ‚‹ (mairu โ€“ datang [formal, merendahkan diri])
  • ใ™ใ‚‹ (suru โ€“ melakukan) -> ใ„ใŸใ™ (itasu โ€“ melakukan [formal, merendahkan diri])
  • ้ฃŸในใ‚‹ (taberu โ€“ makan) -> ใ„ใŸใ ใ (itadaku โ€“ makan/menerima [formal, merendahkan diri])

Contoh Penggunaan Kenjougo

Mari kita lihat perbedaannya.

  • Nonformal: ็งใŒ่ณ‡ๆ–™ใ‚’ๆธกใ—ใŸใ€‚(Watashi ga shiryou o watashita. โ€“ Saya memberikan dokumen.)
  • Formal (Kenjougo): ็งใŒ่ณ‡ๆ–™ใ‚’ใŠๆธกใ—ใ„ใŸใ—ใพใ™ใ€‚(Watashi ga shiryou o o-watashi itashimasu. โ€“ Saya akan memberikan dokumen.)
  • Nonformal: ไปŠๆ—ฅใ€ๅ…ˆ็”Ÿใฎๅฎถใซ่กŒใใ€‚(Kyou, sensei no ie ni iku. โ€“ Hari ini saya pergi ke rumah guru.)
  • Formal (Kenjougo): ไปŠๆ—ฅใ€ๅ…ˆ็”ŸใฎใŠๅฎ…ใซๅ‚ใ‚Šใพใ™ใ€‚(Kyou, sensei no o-taku ni mairimasu. โ€“ Hari ini saya akan mengunjungi rumah Bapak/Ibu Guru.)

3. Teineigo (ไธๅฏง่ชž) โ€“ Bahasa Sopan

Ini adalah bentuk keigo yang paling dasar dan paling sering digunakan. Tujuannya adalah untuk membuat percakapan terdengar sopan secara umum, tanpa meninggikan pihak lain atau merendahkan diri secara drastis.

Ciri Khas Teineigo

Penggunaan akhiran -masu dan -desu.

  • Akhiran Kata Kerja -masu:
  • Contoh: ้ฃŸในใพใ™ (tabemasu), ่กŒใใพใ™ (ikimasu), ใ—ใพใ™ (shimasu), ่ฆ‹ใพใ™ (mimasu)
  • Akhiran Kata Benda/Sifat-na -desu:
  • Contoh: ๅญฆ็”Ÿใงใ™ (gakusei desu), ใใ‚Œใ„ใงใ™ (kirei desu)
  • Awalan ใŠ๏ฝž dan ใ”๏ฝž pada Kata Benda/Kata Sifat: Digunakan untuk membuat kata benda atau kata sifat terdengar lebih sopan.
  • Contoh:
  • ใŠ่Œถ (ocha โ€“ teh [lebih sopan daripada ่Œถ cha])
  • ใ”ไธก่ฆช (go-ryoushin โ€“ orang tua [lebih sopan daripada ่ฆช oyia])
  • ใ”ใ‚ใ‚“ใญ (gomen ne โ€“ maaf ya [nonformal]) vs. ใ”ใ‚ใ‚“ใชใ•ใ„ (gomen nasai โ€“ maaf [standar sopan])

Contoh Penggunaan Teineigo

Ini adalah bentuk yang paling sering kamu temui setelah belajar dasar-dasar N5/N4.

  • Nonformal: ใ“ใ‚Œใ€็พŽๅ‘ณใ—ใ„ใ€‚(Kore, oishii. โ€“ Ini enak.)
  • Formal (Teineigo): ใ“ใ‚Œใฏ็พŽๅ‘ณใ—ใ„ใงใ™ใ€‚(Kore wa oishii desu. โ€“ Ini enak.)
  • Nonformal: ใฉใ“ใซ่กŒใ๏ผŸ(Doko ni iku? โ€“ Mau pergi ke mana?)
  • Formal (Teineigo): ใฉใกใ‚‰ใซ่กŒใ‹ใ‚Œใพใ™ใ‹๏ผŸ (Dochira ni ikaremasu ka? โ€“ Mau pergi ke mana? [Ini sudah mencampur Sonkeigo dengan Teineigo, sedikit lebih tinggi]) atau ใฉใกใ‚‰ใซ่กŒใใพใ™ใ‹๏ผŸ (Dochira ni ikimasu ka? โ€“ Mau pergi ke mana? [Teineigo murni])

Perbedaan dalam Ungkapan Sehari-hari dan Ungkapan Serapan

Bahkan dalam percakapan sehari-hari, ada perbedaan nuansa.

Ungkapan Sehari-hari yang Berubah

Beberapa frasa umum punya versi formal dan nonformal.

  • Terima Kasih:
  • Nonformal: ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ† (arigatou)
  • Formal (Teineigo): ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ™ (arigatou gozaimasu)
  • Lebih Formal: ่ช ใซใ‚ใ‚ŠใŒใจใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ™ (makoto ni arigatou gozaimasu)
  • Permisi/Maaf:
  • Nonformal: ใ”ใ‚ใ‚“ (gomen), ใ™ใพใ‚“ (suman โ€“ pria)
  • Formal (Teineigo): ใ™ใฟใพใ›ใ‚“ (sumimasen), ใ”ใ‚ใ‚“ใชใ•ใ„ (gomen nasai)
  • Lebih Formal: ็”ณใ—่จณใ”ใ–ใ„ใพใ›ใ‚“ (moushiwake gozaimasen)
  • Saya Tidak Mengerti:
  • Nonformal: ใ‚ใ‹ใ‚‰ใชใ„ (wakaranai)
  • Formal (Teineigo): ใ‚ใ‹ใ‚Šใพใ›ใ‚“ (wakarimasen)
  • Kenjougo (Merendahkan diri): ๅญ˜ใ˜ใพใ›ใ‚“ (zonjimasen โ€“ untuk pengetahuan)

Pengaruh Kata Serapan (Gairaigo)

Kata-kata dari bahasa asing (terutama Inggris) biasanya lebih sering muncul dalam percakapan nonformal.

  • Contoh:
  • โ€œOkayโ€ -> OK (dibaca โ€œookayโ€) atau OKใงใ™ (ookay desu).
  • โ€œSuperโ€ -> ใ™ใ”ใ„ (sugoi) (Jepang asli) vs. ใ‚นใƒผใƒ‘ใƒผ (suupaa) (serapan, kalau konteksnya lebih santai atau merujuk pada hal tertentu seperti โ€œsupermarketโ€).
  • โ€œNice to meet youโ€ -> ใฏใ˜ใ‚ใพใ—ใฆ (hajimemashite) (normal) vs. Nice to meet you (bisa muncul dalam percakapan nonformal antar orang asing atau yang terbiasa dengan bahasa Inggris).

Tips Praktis Membedakan dan Menggunakan

Nggak perlu jadi ahli keigo dalam semalam. Mulai dari yang paling dasar dulu.

Mulai dengan Teineigo

Ini adalah landasan yang paling penting. Kalau kamu bisa menggunakan bentuk -masu dan -desu dengan benar, kamu sudah bisa berkomunikasi dengan sebagian besar orang dalam situasi sopan.

Latih Bentuk -masu dan -desu

Ubah kalimat-kalimat nonformal yang kamu tahu ke bentuk -masu/-desu.

Contoh:

  • Nonformal: ้ฃŸในใชใ„ (tabenai โ€“ tidak makan) -> Formal: ้ฃŸในใพใ›ใ‚“ (tabemasen โ€“ tidak makan/akan makan [sopan])
  • Nonformal: ้™ใ‹ใ  (shizuka da โ€“ tenang) -> Formal: ้™ใ‹ใงใ™ (shizuka desu โ€“ tenang [sopan])

Perhatikan Konteks dan Lawan Bicara

Ini kuncinya!

Dengarkan dan Perhatikan

Saat kamu menonton film, anime, atau mendengarkan percakapan orang Jepang, coba perhatikan bagaimana mereka berbicara satu sama lain dalam berbagai situasi. Kapan mereka pakai -masu/-desu? Kapan mereka pakai bentuk kamus?

Jangan Takut Salah, Tapi Belajar

Salah pakai keigo itu wajar banget, terutama di awal. Yang penting adalah kesadaran dan kemauan untuk belajar. Lebih baik sedikit terlalu formal daripada terlihat kasar.

Kapan Harus Berani Menggunakan Ragam Bahasa yang Lebih Santai?

Kalau kamu sudah merasa nyaman dengan seseorang, dan mereka juga santai berbicara kepadamu, barulah kamu bisa perlahan-lahan mengurangi tingkat formalitas.

  • Perhatikan โ€œsinyalโ€ dari lawan bicara: Kalau dia mulai pakai bentuk kamus kepadamu, itu berarti dia merasa cukup nyaman untuk kamu ajak bicara santai.
  • Mulai dengan percakapan ringan: Jangan langsung tiba-tiba ganti gaya bicara drastis. Mulai dari pertanyaan simpel, pujian, atau obrolan ringan.

Kapan Akhirnya Bahasa Jepang Formal Dianggap โ€œTerlalu Berlebihanโ€?

Meskipun penting, ada kalanya keigo bisa terdengar aneh atau tidak pada tempatnya.

Dalam Situasi yang Sangat Akrab

Jika kamu sudah sangat dekat dengan seseorang (teman dekat, anggota keluarga kecil, pasangan), menggunakan keigo yang terus menerus bisa menciptakan jarak yang tidak perlu. Ini bisa terdengar kaku, dingin, atau bahkan seperti mengejek.

  • Contoh Aneh: Mengatakan โ€œSaya ingin makan.โ€ dengan menggunakan kenjougo yang sangat rumit kepada pacar sendiri.
  • Pacar: โ€œMau makan apa?โ€
  • Kamu: โ€œSaya ingin ใ„ใŸใ ใ (itadaku) ramen.โ€ -> Ini terdengar sangat aneh dan tidak natural. Cukup bilang โ€œใƒฉใƒผใƒกใƒณ้ฃŸในใŸใ„ (ramen tabetai)โ€ atau โ€œใƒฉใƒผใƒกใƒณ้ฃŸในใพใ™ (ramen tabemasu)โ€.

Saat Seseorang Tertentu Tidak Memerlukannya

Ada orang-orang yang memang punya gaya bicara santai, meskipun mereka punya posisi atau usia lebih tinggi. Mereka mungkin akan memberikan sinyal bahwa kamu boleh bicara lebih santai kepada mereka.

  • Perhatikan perubahan nada bicara: Kadang, seseorang akan otomatis melunak dalam bicaranya ketika mereka merasa nyaman dengan lawan bicara.
  • Jika ragu, gunakan Teineigo: Lebih baik aman daripada menyinggung.

Dalam Tulisan Tertentu yang Santai

Misalnya, email ke teman kerja yang sudah akrab, atau postingan di media sosial yang sifatnya personal.

  • Menulis pesan ke teman:
  • Nonformal: ๆ˜Žๆ—ฅใ€ๆ˜ ็”ป่ฆ‹ใซ่กŒใ“ใ†ใœ๏ผ(Ashita, eiga mi ni ikou ze! โ€“ Besok nonton film yuk!)
  • Formal (tidak cocok sama sekali): ๆ˜Žๆ—ฅใ€ๆ˜ ็”ปใซใ”ไธ€็ท’ใชใ•ใ‚‰ใ‚Œใพใ›ใ‚“ใ‹๏ผŸ (Ashita, eiga ni go-issho nasaresenn ka? โ€“ Apakah Bapak/Ibu berkenan untuk pergi menonton film bersama besok?) -> Ini benar-benar salah konteks.

Dengan memahami perbedaan mendasar antara bahasa Jepang formal dan nonformal, kamu selangkah lebih maju dalam menguasai bahasa ini. Ingat, ini adalah sebuah perjalanan. Terus berlatih, dengarkan baik-baik, dan jangan takut untuk mencoba. Ganbatte!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *