Perbedaan Bahasa Korea Formal dan Informal Lengkap dengan Contohnya

230520261779574252

Halo! Pernahkah kamu merasa bingung kenapa orang Korea terkadang bicara sangat sopan, tapi di lain waktu terdengar santai sekali? Itu karena sistem tingkatan tuturan dalam bahasa Korea. Intinya, ada dua tingkatan utama yang wajib kamu tahu: formal (존댓말 – jondaetmal) dan informal (반말 – banmal). Perbedaan ini krusial banget buat berkomunikasi di Korea, karena salah pakai bisa bikin kamu dianggap kurang sopan atau justru terlalu akrab.

Mengapa Tingkatan Tuturan Itu Penting?

Bahasa Korea sangat bertumpu pada hierarki dan hubungan sosial. Tingkatan tuturan ini bukan cuma soal tata bahasa, tapi juga mencerminkan rasa hormat, kedekatan, dan posisi dalam suatu relasi. Kamu akan menggunakan bahasa formal kepada orang yang lebih tua, atasan, orang yang baru dikenal, atau dalam situasi resmi. Sebaliknya, bahasa informal digunakan kepada teman sebaya yang akrab, adik, atau orang yang statusnya di bawahmu. Memahami ini akan sangat membantu interaksi sosialmu di Korea.

1. Memahami 존댓말 (Jondaetmal) – Bahasa Formal

Jondaetmal adalah bentuk tata bahasa yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat dan kesopanan. Ini adalah “mode aman” yang bisa kamu gunakan saat pertama kali bertemu seseorang atau di situasi yang tidak kamu yakini.

1.1 Akhiran Predikat dalam Jondaetmal

Ini adalah kunci utama membedakan formal dan informal. Akhiran predikat akan berubah drastis.

  • -습니다 / -ㅂ니다 (-seumnida / -mnida): Ini adalah bentuk paling formal dan baku. Sering digunakan dalam berita, presentasi, atau saat berbicara dengan orang yang sangat dihormati.
  • Contoh:
  • Baca: 읽다 (ikda) -> 읽습니다 (ikseumnida)
  • Makan: 먹다 (meokda) -> 먹습니다 (meokseumnida)
  • Pergi: 가다 (gada) -> 갑니다 (gamnida)
  • Datang: 오다 (oda) -> 옵니다 (omnida)
  • Ada: 있다 (itda) -> 있습니다 (isseumnida)
  • Tidak ada: 없다 (eopda) -> 없습니다 (eopseumnida)
  • Contoh kalimat: 안녕하세요. 저는 대학생입니다. (Annyeonghaseyo. Jeoneun daehaksaengimnida.) – Halo. Saya mahasiswa.
  • Ini sangat formal, cocok untuk presentasi atau melapor kepada atasan.
  • -아요 / -어요 / -여요 (-ayo / -eoyo / -yeoyo): Ini adalah bentuk formal non-baku yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bentuk ini lebih luwes dan lebih umum dibandingkan -습니다 / -ㅂ니다.
  • Aturan penggunaannya:
  • Jika vokal terakhir pada akar kata adalah ㅏ (a) atau ㅗ (o), tambahkan -아요 (-ayo).
  • Contoh:
  • Melihat: 보다 (boda) -> 봐요 (bwayo) [ㅗ + 아요 -> 와요]
  • Pergi: 가다 (gada) -> 가요 (gayo)
  • Duduk: 앉다 (anjja) -> 앉아요 (anjayyo)
  • Jika vokal terakhir adalah selain ㅏ (a) atau ㅗ (o), tambahkan -어요 (-eoyo).
  • Contoh:
  • Makan: 먹다 (meokda) -> 먹어요 (meogeoyo)
  • Berdiri: 서다 (seoda) -> 서요 (seoyo) [ㅓ + 어요 -> 여요, tapi sering disingkat menjadi 서요 saja]
  • Membaca: 읽다 (ikda) -> 읽어요 (ilgeoyo)
  • Jika akar kata berakhiran 하다 (hada), berubah menjadi – 하여요 (hayeoyo) yang umumnya disingkat menjadi -해요 (haeyo).
  • Contoh:
  • Belajar: 공부하다 (gongbuhada) -> 공부해요 (gongbuhaeyo)
  • Berbicara: 말하다 (malhada) -> 말해요 (malhaeyo)
  • Memasak: 요리하다 (yorihada) -> 요리해요 (yorihaeyo)
  • Contoh kalimat: 밥 먹었어요? (Bap meogeosseoyo?) – Sudah makan? (bentuk lampau)
  • Contoh kalimat: 뭐 해요? (Mwo haeyo?) – Sedang apa? (bentuk sekarang)
  • Ini bentuk paling umum yang akan kamu dengar dan gunakan.

1.2 Penggunaan Kata Ganti Orang dalam Jondaetmal

Dalam jondaetmal, penggunaan kata ganti orang juga punya aturan khusus.

  • Saya:
  • 저 (jeo): Digunakan di situasi formal dan menunjukkan kerendahan hati.
  • 예저는 (yejojeon): Bisa juga digunakan, lebih sopan dari 저.
  • Contoh: 저는 한국 사람입니다. (Jeoneun hanguk saramimnida.) – Saya orang Korea.
  • Kamu:
  • Tidak disarankan menggunakan 너 (neo) atau 당신 (dangsin) kepada orang yang lebih tua atau baru dikenal karena bisa terdengar kurang sopan atau terlalu intim.
  • Lebih baik gunakan nama orang tersebut + 씨 (ssi) atau nama jabatan/posisi.
  • Contoh: 수진 씨는 어디 계세요? (Sujin ssineun eodi gyeseyo?) – Sujin ada di mana? (Daripada “kamu ada di mana?”)
  • Jika benar-benar tidak tahu nama, bisa menggunakan 저기요 (jeogiyo) untuk menarik perhatian, atau 아저씨 (ajeossi) / 아주머니 (ajumeoni) untuk orang yang lebih tua (meskipun ini juga perlu hati-hati, karena bisa dianggap kurang sopan jika tidak di situasi yang tepat).
  • Untuk konteks bisnis atau formal lain, gunakan 직책 (jikchaek) seperti 팀장님 (timjangnim) – kepala tim, 사장님 (sajangnim) – direktur.

1.3 Partikel dalam Jondaetmal

Beberapa partikel subjek atau objek bisa ditambahkan akhiran sopan, meskipun tidak selalu wajib dan seringkali hanya dengan partikel biasa pun sudah cukup.

  • -께서 (-kkeseo): Ini adalah partikel subjek yang sangat hormat, digunakan untuk orang yang jabatannya sangat tinggi atau dipandang sangat mulia.
  • Contoh: 사장님께서 오셨습니다. (Sajangnimkkeseo osyeosseumnida.) – Direktur telah datang. (Bukan 사장님이 오셨습니다.)
  • -께 (-kke): Partikel objek tidak langsung, artinya “kepada (yang dihormati)”.
  • Contoh: 어머니께 편지를 썼어요. (Eomeonikke peonjireul sseosseoyo.) – Saya menulis surat kepada ibu. (Bukan 어머니에게 – eomeoniege)

1.4 Kosakata Khusus dalam Jondaetmal

Beberapa kata memiliki bentuk khusus yang lebih sopan, terutama kata kerja yang berkaitan dengan tindakan atau kondisi seseorang.

  • Makan: 먹다 (meokda) (netral) -> 드시다 (deusida) (sopan)
  • 식사하다 (siksahada) (juga bisa, lebih umum dipakai dalam konteks polite)
  • Contoh: 할아버지, 진지 드세요. (Harabeoji, jinji deuseyo.) – Kakek, silakan makan (kata 진지 jinji adalah bentuk sopan dari bap (nasi/makanan)).
  • Tidur: 자다 (jada) (netral) -> 주무시다 (jumusida) (sopan)
  • Contoh: 어머님, 잘 주무셨어요? (Eomeonim, jal jumusyeosseoyo?) – Ibu, tidur nyenyak?
  • Ada: 있다 (itda) (netral) -> 계시다 (gyesida) (sopan)
  • Contoh: 선생님, 사무실에 계세요? (Seonsaengnim, samusire gyeseyo?) – Guru, Anda ada di kantor?
  • Sakit/Tidak enak badan: 아프다 (apeuda) (netral) -> 편찮으시다 (pyeonchaneusida) (sopan)
  • Contoh: 할머니께서 편찮으세요. (Halmeonikkeseo pyeonchaneuseyo.) – Nenek sedang sakit.
  • Mati/Meninggal: 죽다 (jukda) (netral) -> 돌아가시다 (doragasida) (sopan)
  • Contoh: 할머니께서 돌아가셨습니다. (Halmeonikkeseo doragasyeosseumnida.) – Nenek telah meninggal dunia.

2. Mengenal 반말 (Banmal) – Bahasa Informal

Banmal adalah bentuk tata bahasa yang digunakan untuk menunjukkan kedekatan atau keakraban. Kamu bisa menggunakannya dengan orang yang sebaya atau lebih muda yang sudah kamu kenal dekat. Menggunakan banmal terlalu cepat bisa dianggap tidak sopan, tapi tidak menggunakannya sama sekali dengan teman dekat bisa membuat jarak.

2.1 Akhiran Predikat dalam Banmal

Sama seperti jondaetmal, akhiran predikat adalah pembeda utama.

  • -아 / -어 / -여 (-a / -eo / -yeo): Ini adalah bentuk informal dari -아요 / -어요 / -여요. Akhiran ini sangat umum dalam percakapan informal sehari-hari. Aturan pembentukannya sama, hanya saja tanpa akhiran 요 (-yo).
  • Contoh:
  • Makan: 먹다 (meokda) -> 먹어 (meogeo)
  • Pergi: 가다 (gada) -> 가 (ga)
  • Belajar: 공부하다 (gongbuhada) -> 공부해 (gongbuhae)
  • Contoh kalimat: 밥 먹었어? (Bap meogeosseo?) – Sudah makan?
  • Contoh kalimat: 뭐 해? (Mwo hae?) – Sedang apa?
  • Akhiran kamus (bentuk dasar kata kerja): Dalam percakapan santai, terutama untuk pertanyaan, kadang menggunakan bentuk dasar kata kerja tanpa perubahan.
  • Contoh: 집에 가? (Jibe ga?) – Pulang ke rumah?
  • Contoh: 점심 먹었어? (Jeomsim meogeosseo?) – Sudah makan siang?
  • Ini lebih sering digunakan dalam konteks interogatif atau saat “mengajak bicara diri sendiri” atau “berpikir keras”.
  • -(으)ㄴ다 / -는다 (-neunda / -(eu)nda): Ini adalah bentuk deklaratif yang lebih “kasar” atau “blak-blakan” dalam banmal. Lebih sering digunakan oleh pria atau dalam situasi yang sangat santai di antara teman dekat.
  • Contoh:
  • Makan: 먹다 (meokda) -> 먹는다 (meongneunda)
  • Pergi: 가다 (gada) -> 간다 (ganda)
  • Contoh kalimat: 나 밥 먹는다. (Na bap meongneunda.) – Aku makan.
  • Tidak terlalu umum dalam penggunaan oleh wanita, kecuali dalam drama atau situasi tertentu.
  • -지 (-ji): Akhiran ini digunakan untuk menegaskan atau mencari persetujuan, seperti “kan?” atau “betul kan?”.
  • Contoh: 배고프지? (Baegopeuji?) – Lapar kan?
  • Contoh: 우리 오늘 영화 볼 거지? (Uri oneul yeonghwa bol geoji?) – Kita kan nonton film hari ini?

2.2 Penggunaan Kata Ganti Orang dalam Banmal

Dalam banmal, penggunaan kata ganti orang lebih lugas dan seringkali lebih langsung.

  • Saya:
  • 나 (na): Ini adalah bentuk informal dari “saya”.
  • Contoh: 나 한국 사람이야. (Na hanguk saramiya.) – Aku orang Korea.
  • Kamu:
  • 너 (neo): Ini adalah bentuk informal dari “kamu”. Umum digunakan dengan teman sebaya atau yang lebih muda.
  • Contoh: 너 어디 가? (Neo eodi ga?) – Kamu mau ke mana?
  • Kami:
  • 우리 (uri): Ini adalah bentuk informal dari “kami”.
  • Contoh: 우리 같이 밥 먹을까? (Uri gachi bap meogeulkka?) – Kita mau makan bareng?

2.3 Partikel dalam Banmal

Partikel dalam banmal biasanya tidak memiliki akhiran khusus yang sopan.

  • -에게 (-ege): Partikel objek tidak langsung, artinya “kepada (tidak formal)”.
  • Contoh: 친구에게 전화했어. (Chinguege jeonhwahaesseo.) – Aku menelepon teman. (Bukan 친구께 – chingukke)
  • -랑 (-rang) / -하고 (-hago): Untuk “dengan” atau “dan”, lebih umum daripada -과/와 (gwa/wa) yang lebih formal.
  • Contoh: 너랑 나. (Neorang na.) – Kamu dan aku.

3. Kapan Menggunakan Jondaetmal dan Banmal?

Ini adalah bagian paling penting. Mengerti kapan harus menggunakan yang mana.

3.1 Situasi Wajib Jondaetmal

  • Orang Lebih Tua: Selalu gunakan jondaetmal kepada orang yang lebih tua, terutama jika selisih umurnya signifikan.
  • Atasan/Senior di Lingkungan Kerja: Di kantor, kepada bos, manajer, atau senior yang posisinya lebih tinggi.
  • Orang Asing/Baru Dikenal: Ketika bertemu orang baru, selalu mulai dengan jondaetmal. Kamu tidak tahu hubungan sosial mereka sampai kamu berinteraksi lebih jauh.
  • Penjaga Toko/Pelayan/Petugas Umum: Kepada mereka, gunakan jondaetmal sebagai bentuk kesopanan umum.
  • Situasi Resmi: Pidato, presentasi, berita, wawancara, rapat penting, atau tulisan formal.

3.2 Situasi Boleh Banmal

  • Teman Dekat Sebaya: Jika kamu dan temanmu memiliki usia yang sama (atau beda usia yang sangat sedikit, misal 1-2 tahun) dan sudah sangat akrab. Seringkali, ada percakapan untuk memutuskan kapan mulai memakai banmal, misalnya “우리 반말 할까?” (Uri banmal halkka?) – “Bagaimana kalau kita pakai banmal?”.
  • Adik/Orang yang Lebih Muda: Jika kamu memiliki posisi sebagai kakak (baik kandung maupun hoobae di sekolah/kantor), kamu boleh menggunakan banmal kepada mereka, tetapi mereka tetap harus menggunakan jondaetmal kepadamu.
  • Hewan Peliharaan/Benda Mati: Tentu saja, mereka tidak akan tersinggung!
  • Berbicara Sendiri: Saat merenung atau berbicara dengan diri sendiri.

4. Transisi dari Jondaetmal ke Banmal

Ini adalah momen yang sering membuat orang asing bingung dan canggung.

4.1 Bagaimana Memutuskan untuk Menggunakan Banmal?

  • Inisiatif dari Orang Lebih Tua/Senior: Biasanya, orang yang lebih tua atau yang statusnya lebih tinggi yang akan mengusulkan untuk beralih ke banmal. Misal, mereka akan berkata, “이제 편하게 말해.” (Ije pyeonhage malhae.) – “Sekarang bicaralah dengan nyaman (pakai banmal).” Atau “우리 말 편하게 하자.” (Uri mal pyeonhage haja.) – “Mari kita bicara santai.”
  • Usia yang Sama: Jika kamu bertemu orang yang seumuran, seringkali setelah beberapa kali bertemu, salah satu akan mengusulkan untuk memakai banmal. Ini menunjukkan bahwa kalian sudah cukup akrab.
  • Jangan Memulai duluan: Sebagai orang asing, sangat direkomendasikan untuk TIDAK memulai inisiatif untuk menggunakan banmal duluan, terutama kepada orang Korea yang baru kamu kenal. Tunggu sampai mereka mengizinkan atau mengusulkannya.

4.2 Kebingungan dan Batasan

  • Meskipun Sudah Beralih: Terkadang, meskipun sudah diizinkan menggunakan banmal, ada beberapa kata atau frasa yang tetap perlu dijaga kesopanannya, terutama jika situasinya formal atau topik pembicaraannya sensitif. Ini tergantung pada tingkat keakraban dan konteks.
  • Di Depan Orang Lain: Kamu mungkin memakai banmal dengan teman dekatmu, tapi jika ada orang lain yang lebih tua di sekitar, sebaiknya kamu kembali memakai jondaetmal kepada temanmu sebagai bentuk kesopanan terhadap orang ketiga tersebut.
  • “Setengah Banmal” atau “Half Banmal”: Terkadang, orang menggunakan bentuk -아/어/여 (-a/eo/yeo) dari banmal, tetapi menambahkan akhiran sopan “요 (yo)” di akhir kalimat yang fungsinya sebatas membuat kalimat terdengar sedikit lebih lembut. Contoh: “어디 가요?” (Eodi gayo?) – Ini terasa lebih lembut dan sopan daripada “어디 가?” (Eodi ga?) tetapi tidak seformal “어디 가십니까?” (Eodi gasimnikka?). Bentuk ini sangat umum dalam percakapan sehari-hari.

5. Kesalahan Umum dan Tips Praktis

Sistem tingkatan tuturan ini memang butuh waktu untuk dikuasai. Jangan takut membuat kesalahan, tapi usahakan untuk terus belajar.

5.1 Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Memakai Banmal Terlalu Cepat: Ini adalah kesalahan paling umum dan bisa langsung membuat orang Korea merasa tidak dihormati.
  • Tidak Sesuai Umur: Menggunakan banmal kepada orang yang terlihat lebih tua dan belum akrab.
  • Terlalu Monoton: Hanya menggunakan satu jenis akhiran (misalnya hanya -습니다/-ㅂ니다) di semua situasi, padahal ada situasi yang lebih cocok dengan jondaetmal -아요/-어요/-여요.

5.2 Tips untuk Mempermudah Penggunaan

  • Default ke Jondaetmal (-아요/-어요/-여요): Ketika tidak yakin, selalu gunakan bentuk ini. Ini adalah bentuk paling aman dan paling umum dalam percakapan sopan.
  • Perhatikan Cara Bicara Orang Lain: Dengar bagaimana orang Korea di sekitarmu berbicara. Bagaimana mereka memanggil satu sama lain? Kata ganti apa yang mereka pakai? Akhiran apa yang dominan? Tiru polanya.
  • Tanyakan Jika Bingung: Jika kamu berkenalan dengan orang Korea yang seumuran dan ingin akrab, kamu bisa bertanya, “우리 반말 해도 돼요?” (Uri banmal haedo dwaeyo?) – “Bolehkah kita pakai banmal?”. Ini menunjukkan kamu paham budaya mereka.
  • Jangan Terlalu Panik: Ingat, kamu adalah orang asing. Orang Korea umumnya akan lebih pengertian jika kamu membuat kesalahan kecil. Mereka akan menghargai usahamu.
  • Fokus pada Akhiran Verba/Adjektiva: Ini adalah aspek paling dasar dan paling terlihat dari tingkatan tuturan. Kuasai dulu perubahan akhiran ini. Kata ganti dan kosakata khusus bisa datang belakangan.

Secara keseluruhan, memahami jondaetmal dan banmal adalah salah satu langkah terbesar dalam menguasai bahasa dan budaya Korea. Sabar, praktikkan terus, dan jangan ragu untuk berinteraksi dengan penutur asli. Lama kelamaan, kamu pasti akan terbiasa dan bisa memilih tingkatan tuturan yang tepat secara natural. Semoga artikel ini membantu kamu ya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *