Belajar Bahasa Jepang untuk Kerja di Jepang: Kosakata dan Percakapan Penting

250520261779725306

Oke, jadi kamu tertarik kerja di Jepang dan mikir, “Bahasa Jepang ini beneran penting gak sih buat kerja di sana?” Jawabannya, iya, sangat penting, meskipun kadang ada perusahaan yang masih memprioritaskan skill spesifik daripada fasih berbahasa Jepang. Tapi, punya bekal bahasa jadi kunci utama buat kelancaran komunikasi, adaptasi lingkungan kerja, dan pastinya, meningkatkan peluangmu. Mari kita bedah lebih dalam apa saja yang perlu kamu siapkan, dari kosakata dasar sampai contoh percakapan di tempat kerja.

Mengapa Bahasa Jepang Penting untuk Bekerja di Jepang?

Banyak yang salah paham kalau kerja di Jepang selalu butuh bahasa Jepang tingkat dewa dari awal. Memang benar, ada banyak posisi yang terbuka untuk tenaga asing, terutama di bidang teknologi, manufaktur, atau perhotelan, di mana bahasa Inggris kadang cukup sebagai permulaan. Tapi, jangan sampai pandangan ini membuatmu lengah.

  • Komunikasi di Lingkungan Kerja
  • Setiap Hari Penting: Bukan cuma soal meeting resmi. Komunikasi sehari-hari, seperti menanyakan sesuatu ke rekan kerja, meminta bantuan, atau sekadar basa-basi ringan, sangat krusial. Kalau kamu kesulitan mengungkapkan diri, bisa-bisa kamu terlihat kurang proaktif atau bahkan mengganggu alur kerja.
  • Memahami Instruksi: Boss atau senior memberimu instruksi. Kalau kamu tidak paham, risiko salah kerja sangat tinggi. Ini bukan cuma merugikanmu, tapi juga tim dan perusahaan. Memahami instruksi dengan baik adalah inti dari profesionalisme.
  • Keharmonisan Tim: Budaya kerja di Jepang sangat menghargai keharmonisan (和 – wa). Berkomunikasi dengan baik, termasuk usaha untuk berbahasa Jepang sebisa mungkin, menunjukkan rasa hormatmu terhadap budaya mereka dan niatmu untuk berintegrasi.
  • Peluang Karir yang Lebih Luas
  • Akses ke Lebih Banyak Posisi: Semakin tinggi kemampuan bahasamu, semakin banyak jenis pekerjaan yang bisa kamu incar. Posisi yang membutuhkan interaksi langsung dengan klien Jepang, atau posisi manajerial, tentu akan menjadi lebih terbuka.
  • Promosi dan Pengembangan Diri: Kalau kamu menunjukkan progres dalam bahasa Jepang, ini bisa jadi nilai plus saat evaluasi kinerja atau ketika ada kesempatan promosi. Perusahaan akan melihatmu sebagai aset yang berpotensi untuk dikembangkan.
  • Fleksibilitas Pekerjaan: Jika kamu berencana pindah kerja di masa depan, kemampuan berbahasa Jepang akan memberimu fleksibilitas yang jauh lebih besar untuk mencari pekerjaan baru di berbagai sektor.
  • Adaptasi Budaya dan Kehidupan Sehari-hari
  • Lepas dari ‘Lingkaran’ Orang Asing: Jika kamu hanya bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris (atau bahasa asalmu), kamu cenderung akan terus berada dalam lingkaran orang-orang yang punya bahasa sama. Belajar bahasa Jepang membuka pintu untuk berinteraksi lebih dalam dengan masyarakat Jepang, memahami nuances budaya mereka, dan merasa lebih “di rumah”.
  • Menyelesaikan Masalah Sehari-hari: Dari urusan bank, komunikasi dengan tetangga, sampai memesan makanan di restoran lokal, semuanya akan jauh lebih mudah jika kamu punya sedikit bekal bahasa Jepang. Ini penting untuk kenyamanan hidupmu di sana.
  • Mengurangi Rasa Terisolasi: Tinggal di negara asing bisa terasa mengisolasi, apalagi jika ada hambatan bahasa yang signifikan. Berbekal bahasa Jepang, setidaknya sebagian, akan sangat membantu mengurangi rasa itu dan membuatmu lebih percaya diri.

Kosakata Penting untuk Situasi Sehari-hari di Jepang

Sebelum masuk ke tempat kerja, mari kita bekali diri dengan kosakata dasar yang sering banget dipakai sehari-hari. Ini akan sangat membantu kamu beradaptasi begitu menginjakkan kaki di Jepang.

Salam dan Ungkapan Sopan

Ini adalah dasar sekali, tapi sangat krusial. Menguasai ini akan memberikan kesan positif pertama.

  • おはようございます (Ohayou gozaimasu): Selamat pagi. Digunakan dari pagi sampai sekitar jam 10 atau 11 siang.
  • こんにちは (Konnichiwa): Selamat siang. Digunakan dari sekitar jam 11 siang sampai sore.
  • こんばんは (Konbanwa): Selamat malam. Digunakan saat malam hari.
  • さようなら (Sayounara): Selamat tinggal. Ini agak formal dan jarang terucap sehari-hari, kecuali mungkin untuk perpisahan jangka panjang.
  • 失礼します (Shitsurei shimasu): Permisi/Maaf mengganggu. Sangat sering digunakan saat masuk atau keluar ruangan, melewati orang, atau mengakhiri panggilan telepon.
  • ありがとうございます (Arigatou gozaimasu): Terima kasih. Versi sopan dari “Arigatou”.
  • どういたしまして (Dou itashimashite): Sama-sama.
  • すみません (Sumimasen): Maaf/Permisi. Bisa untuk minta maaf, menarik perhatian (seperti memanggil pelayan), atau berterima kasih dalam situasi tertentu.
  • お願いします (Onegaishimasu): Tolong/Mohon. Sering digunakan saat meminta sesuatu atau memesan.
  • はい (Hai): Ya. (Bisa juga ungkapan “saya mengerti” atau “saya paham”).
  • いいえ (Iie): Tidak.

Perkenalan Diri Dasar

Ini penting saat pertama kali bertemu orang baru, baik di lingkungan kerja maupun di luar.

  • Hajimemashite. (はじめまして。) = Senang berkenalan dengan Anda.
  • Watashi wa [Nama Anda] desu. (私は [Nama Anda] です。) = Saya adalah [Nama Anda].
  • Douzo yoroshiku onegaishimasu. (どうぞよろしくお願いします。) = Mohon bimbingannya / Mohon kerja samanya. (Ini ungkapan penutup perkenalan yang penting).

Ungkapan Sehari-hari yang Berguna

  • わかりません (Wakarimasen): Saya tidak mengerti.
  • わかります (Wakarimasu): Saya mengerti.
  • もう一度お願いします (Mou ichido onegaishimasu): Tolong ulangi sekali lagi.
  • ゆっくりお願いします (Yukkuri onegaishimasu): Tolong bicara lebih pelan.
  • これは何ですか (Kore wa nan desu ka?): Apa ini?
  • いくらですか (Ikura desu ka?): Berapa harganya?

Kosakata Spesifik Tempat Kerja

Sekarang kita fokus ke lingkungan kerja. Memiliki kosakata ini akan membuatmu lebih percaya diri saat hari pertamamu.

Jabatan dan Nama Posisi

Pertama, kenali nama-nama jabattan dan posisi.

  • 部長 (Buchou): Kepala Departemen
  • 課長 (Kachou): Kepala Divisi/Bagian
  • 係長 (Kachou): Kepala Seksi
  • 主任 (Shunin): Supervisor/Ketua Tim
  • 社員 (Shain): Karyawan
  • アルバイト (Arubaito): Pekerja paruh waktu (sering disingkat “baito”)
  • 派遣社員 (Haken shain): Karyawan kontrak/outsourcing
  • 新人 (Shinjin): Karyawan baru (newcomer)
  • 先輩 (Senpai): Senior (seseorang yang lebih lama bekerja atau lebih senior di institusi)
  • 後輩 (Kouhai): Junior (seseorang yang lebih baru bekerja atau lebih junior)

Peralatan dan Ruangan Kerja

  • 会社 (Kaisha): Perusahaan
  • オフィス (Ofisu): Kantor
  • 会議室 (Kaigishitsu): Ruang rapat
  • 休憩室 (Kyuukeishitsu): Ruang istirahat/lounge
  • トイレ (Toire): Toilet
  • デスク (Desuku): Meja kerja
  • 椅子 (Isu): Kursi
  • パソコン (Pasokon): Komputer pribadi (personal computer)
  • 書類 (Shooru i): Dokumen/surat-surat
  • 電話 (Denwa): Telepon
  • コピー機 (Kopii-ki): Mesin fotokopi
  • プリンター (Purintaa): Printer
  • ファックス (Fakkusu): Fax
  • メール (Meeru): Email
  • 資料 (Shiryoo): Materi/referensi

Kata Kerja yang Sering Dipakai

Ini adalah kata kerja yang akan kamu gunakan terus-menerus untuk menjelaskan tugasmu.

  • 働く (Hataraku): Bekerja
  • する (Suru): Melakukan
  • 作る (Tsukuru): Membuat
  • 書く (Kaku): Menulis
  • 読む (Yomu): Membaca
  • 聞く (Kiku): Mendengar/bertanya
  • 話す (Hanasu): Berbicara
  • 教える (Oshieru): Mengajar/memberi tahu
  • 習う (Narau): Belajar (dari orang lain)
  • 覚える (Oboeru): Menghafal/mengingat
  • 確認する (Kakunin suru): Memeriksa/mengonfirmasi
  • 連絡する (Renraku suru): Menghubungi/berkomunikasi
  • 報告する (Houkoku suru): Melaporkan
  • 相談する (Soodan suru): Berkonsultasi/bertanya pendapat
  • 休む (Yasumu): Beristirahat/tidak masuk kerja
  • 来る (Kuru): Datang
  • 行く (Iku): Pergi
  • 帰る (Kaeru): Pulang
  • 待つ (Matsu): Menunggu
  • 見る (Miru): Melihat
  • 手伝う (Tetsudau): Membantu

Istilah Penting Terkait Waktu dan Jadwal

  • 今日 (Kyou): Hari ini
  • 明日 (Ashita): Besok
  • 昨日 (Kinou): Kemarin
  • 週 (Shuu): Minggu (misalnya, 週に一度 – seminggu sekali)
  • 月 (Getsu): Bulan (misalnya, 月に一度 – sebulan sekali)
  • 時間 (Jikan): Waktu/jam
  • 午前 (Gozen): Pagi (sebelum siang)
  • 午後 (Gogo): Siang/sore (setelah siang)
  • 締め切り (Shimekiri): Tenggat waktu/deadline
  • 予定 (Yotei): Jadwal/rencana

Percakapan Dasar di Tempat Kerja

Bagaimana menerjemahkan kosakata di atas menjadi kalimat yang berguna? Mari kita lihat beberapa skenario umum.

Memulai Hari

  • Anda: おはようございます。(Ohayou gozaimasu.) (Selamat pagi.)

Jika ada senior: [Nama Senior] さん、おはようございます。([Nama Senior]-san, ohayou gozaimasu.) (Selamat pagi, [Nama Senior]-san.)

  • Rekan Kerja/Senior: おはようございます。(Ohayou gozaimasu.)
  • Jika Anda terlambat:
  • Anda: すみません、遅刻しました。(Sumimasen, chikoku shimashita.) (Maaf, saya terlambat.)
  • Anda: [Nama Supervisor] さん、すみません、電車の遅延で遅刻しました。( [Nama Supervisor]-san, sumimasen, densha no chien de chikoku shimashita.) (Maaf [Nama Supervisor]-san, saya terlambat karena keterlambatan kereta.)
  • Saat akan meninggalkan meja Anda (misalnya untuk rapat atau ke toilet):
  • Anda: ちょっと会議室に行ってきます。(Chotto kaigishitsu ni ittekimasu.) (Saya mau ke ruang rapat sebentar.)
  • Anda: トイレに行ってきます。(Toire ni ittekimasu.) (Saya mau ke toilet sebentar.)
  • Atau yang lebih sopan: 失礼します。会議室に行ってまいります。(Shitsurei shimasu. Kaigishitsu ni itte mairimasu.) (Permisi. Saya akan pergi ke ruang rapat.)

Berinteraksi dengan Senior/Atasan

Ini adalah area yang paling penting untuk berlatih sopan santun berbahasa.

  • Saat menerima tugas:
  • Atasan: [Nama Anda] さん、この書類をチェックしてください。( [Nama Anda]-san, kono shorui o chekku shite kudasai.) ( [Nama Anda]-san, tolong periksa dokumen ini.)
  • Anda: はい、承知いたしました。(Hai, shouchi itashimashita.) (Baik, saya mengerti/akan saya lakukan.)
  • Anda: はい、確認します。(Hai, kakunin shimasu.) (Baik, saya akan periksa.)
  • Saat Anda perlu menanyakan sesuatu:
  • Anda: [Nama Senior] さん、すみません、この件について伺ってもよろしいでしょうか? ([Nama Senior]-san, sumimasen, kono ken ni tsuite ukagatte mo yoroshii deshou ka?) ( [Nama Senior]-san, maaf, bolehkah saya bertanya tentang masalah ini?)
  • Anda: [Nama Senior] さん、少しお時間がありますか? ( [Nama Senior]-san, sukoshi ojikan ga arimasu ka?) ( [Nama Senior]-san, apakah Anda punya sedikit waktu?)
  • Anda: すみません、この指示の意味がよく分かりません。もう一度説明していただけますか? (Sumimasen, kono shiji no imi ga yoku wakarimasen. Mou ichido setsumei shite itadakemasu ka?) (Maaf, saya tidak begitu mengerti arti instruksi ini. Bisakah Anda menjelaskannya sekali lagi?)
  • Saat Anda sudah selesai dengan tugas yang diberikan:
  • Anda: [Nama Atasan] さん、書類のチェックが終わりました。( [Nama Atasan]-san, shorui no chekku ga owarimashita.) ( [Nama Atasan]-san, pemeriksaan dokumennya sudah selesai.)
  • Anda: 提出していただけますか? (Teishutsu shite itadakemasu ka?) (Bisakah saya memberikannya kepada Anda?)
  • Saat Anda perlu meminta bantuan:
  • Anda: [Nama Rekan Kerja] さん、すみません、この作業を手伝っていただけませんか? ([Nama Rekan Kerja]-san, sumimasen, kono sagyou o tetsudatte itadakemasen ka?) ( [Nama Rekan Kerja]-san, maaf, bisakah Anda membantu pekerjaan ini?)

Berkomunikasi dengan Rekan Kerja

Hubungan baik dengan rekan kerja sangat penting.

  • Menawarkan Bantuan:
  • Anda: 何かお手伝いできることはありますか? (Nanika otetsudai dekiru koto wa arimasu ka?) (Apakah ada yang bisa saya bantu?)
  • Saat Mengobrol Santai (di jam istirahat):
  • Anda: 今日は暑いですね。(Kyou wa atsui desu ne.) (Hari ini panas ya.)
  • Anda: 週末は何をしましたか?(Shuumatsu wa nani o shimashita ka?) (Akhir pekan Anda melakukan apa?)
  • Anda: 昼ご飯は何を食べましたか?(Hirugohan wa nani o tabemashita ka?) (Makan siang Anda makan apa?)
  • Membahas Pekerjaan:
  • Anda: このプロジェクトの進捗はどうですか?(Kono purojekuto no shinchoku wa dou desu ka?) (Bagaimana kemajuan proyek ini?)
  • Anda: 次の会議はいつですか?(Tsugi no kaigi wa itsu desu ka?) (Kapan rapat selanjutnya?)

Mengakhiri Hari Kerja

  • Saat Anda akan pulang:
  • Anda: お先に失礼します。(Osaki ni shitsurei shimasu.) (Saya permisi pulang duluan.)
  • Kepada rekan kerja yang masih bekerja: お疲れ様でした。(Otsukaresama deshita.) (Terima kasih atas kerja kerasnya/Selamat beristirahat) – Ini adalah ungkapan standar di Jepang saat berinteraksi dengan orang lain yang juga bekerja, baik saat Anda pulang lebih dulu maupun saat bertemu setelah jam kerja.
  • Kepada atasan/rekan kerja:
  • Anda: お疲れ様でした。(Otsukaresama deshita.)
  • Atasan/Rekan Kerja: お疲れ様でした。(Otsukaresama deshita.)

Tips Praktis untuk Belajar Bahasa Jepang untuk Kerja

Belajar bahasa itu marathon, bukan sprint. Ini beberapa tips yang bisa kamu terapkan.

Fokus pada Kebutuhan Praktis

  • Prioritaskan Kosakata Harian dan Kerja: Jangan terbebani dengan semua kosakata yang ada di kamus. Fokus pada kata-kata yang paling sering kamu dengar dan gunakan di tempat kerja dan kehidupan sehari-hari. Mulai dari yang paling dasar.
  • Pelajari Ungkapan, Bukan Hanya Kata: Memahami bagaimana kata-kata disusun menjadi kalimat yang natural itu krusial. Pelajari frasa-frasa standar seperti “Sumimasen, ___ onegaishimasu.” atau “___ wa doko desu ka?”.

Manfaatkan Teknologi dan Sumber Daya

  • Aplikasi Belajar Bahasa: Duolingo, Memrise, atau Anki bisa jadi teman baikmu. Anki sangat bagus untuk menghafal kosakata dengan sistem spaced repetition.
  • Channel YouTube dan Podcast: Cari kanal yang fokus pada bahasa Jepang untuk bisnis atau kehidupan sehari-hari di Jepang. Banyak konten edukatif yang gratis dan mudah diakses.
  • Drama, Anime, dan Film Jepang: Meskipun kadang bahasanya tidak selalu formal, ini bisa jadi cara yang menyenangkan untuk membiasakan diri dengan bunyi dan ritme bahasa Jepang. Perhatikan bagaimana karakter berinteraksi di situasi yang berbeda.
  • Latihan dengan Native Speaker: Jika memungkinkan, cari teman bicara (language exchange partner) dari Jepang. Platform seperti HelloTalk atau Tandem bisa sangat membantu.

Latihan Berbicara Aktif

  • Jangan Takut Salah: Ini yang paling penting. Semua orang pernah salah saat belajar. Yang penting adalah berani mencoba. Semakin sering kamu bicara, semakin cepat kamu memperbaiki kesalahan.
  • Ulangi dan Rekam Suaramu: Dengarkan bagaimana native speaker mengucapkan kata-kata, lalu coba tiru. Merekam suaramu sendiri dan membandingkannya bisa sangat membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
  • Simulasikan Situasi Kerja: Bayangkan skenario di tempat kerja dan coba latih percakapannya sendiri, atau dengan teman. Misalnya, simulasi saat Anda meminta klarifikasi instruksi.

Memahami Budaya Kerja Jepang

  • Keigo (Bahasa Sopan): Ini mungkin terdengar menakutkan, tapi mulailah dengan teineigo (bahasa sopan) yang umum. Beberapa ungkapan seperti ~masu, ~desu, dan penggunaan honorifik ~san sudah sangat membantu. Seiring waktu, kamu bisa belajar kenjougo (bahasa merendah) dan sonkeigo (bahasa menghormati) untuk situasi yang lebih formal.
  • Etiket: Selain bahasa, memahami etiket di tempat kerja (seperti cara bertukar kartu nama, cara memberi salam, cara berperilaku saat makan siang bersama) juga sangat penting untuk integrasi yang mulus.

Persiapan Khusus untuk Ujian Nouryoku Shiken (JLPT)

Banyak perusahaan yang menjadikan JLPT (Japanese Language Proficiency Test) sebagai salah satu kualifikasi. Meskipun tidak semua, memiliki sertifikat JLPT bisa jadi nilai tambah yang signifikan.

Tingkat JLPT yang Relevan

  • JLPT N3: Tingkat ini dianggap sebagai dasar untuk bisa berkomunikasi sehari-hari di Jepang. Kamu sudah bisa memahami percakapan pada umumnya dan membaca teks yang lebih kompleks. Untuk banyak pekerjaan yang tidak membutuhkan tingkat profesionalisme bahasa yang sangat tinggi, N3 sudah cukup sebagai pijakan awal.
  • JLPT N2: Ini adalah standar umum yang dicari oleh banyak perusahaan. Dengan N2, kamu bisa memahami percakapan yang lebih luas, membaca surat kabar atau majalah, dan menulis esai atau surat dengan tingkat pemahaman yang baik. Kebanyakan iklan lowongan kerja untuk orang asing sering mencantumkan kualifikasi N2.
  • JLPT N1: Ini adalah tingkat tersulit dan paling mengesankan. Jika kamu memiliki N1, kamu memiliki kemampuan bahasa Jepang yang sangat tinggi, setara dengan penutur asli yang berpendidikan. Ini membuka peluang untuk posisi yang sangat spesifik, riset, atau pekerjaan yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang bahasa dan budaya.

Bagaimana JLPT Membantu Proses Kerja Anda?

  • Bukti Kemampuan Bahasa: Sertifikat JLPT adalah bukti nyata kemampuan berbahasa Jepang Anda. Ini memudahkan rekruter untuk menilai kualifikasi Anda tanpa harus melakukan tes bahasa secara mendalam.
  • Fokus Belajar yang Terstruktur: Persiapan JLPT memberikan Anda peta jalan yang jelas tentang apa saja yang perlu dipelajari, mulai dari tata bahasa, kosakata, kanji, hingga pemahaman bacaan dan pendengaran.
  • Kredibilitas di Mata Perusahaan: Perusahaan Jepang cenderung menghargai usaha keras yang telah Anda lakukan untuk belajar bahasa mereka, dan sertifikat JLPT menunjukkan komitmen tersebut.

Tips Mempersiapkan JLPT

  • Pelajari Tata Bahasa dan Kosakata Sesuai Tingkat: Gunakan buku teks khusus JLPT. Ada banyak seri buku yang direkomendasikan seperti Genki (untuk pemula), Minna no Nihongo (terstruktur dengan baik), atau seri khusus JLPT seperti Shin Kanzen Master atau Try!
  • Latihan Soal Ujian Berkali-kali: Semakin banyak Anda berlatih soal-soal ujian lama, semakin Anda terbiasa dengan format pertanyaan dan tempo pengerjaan soal.
  • Fokus pada Penguatan Pendengaran (Listening): Bagian ini seringkali menjadi momok. Dengarkan audio pelatihan berulang kali, coba catat poin-poin penting, dan biasakan diri dengan berbagai aksen dan kecepatan bicara.
  • Manajemen Waktu Saat Ujian: Dalam ujian JLPT, waktu sangat terbatas. Latih diri Anda untuk mengerjakan soal dalam batas waktu yang ditentukan.

Menjaga Motivasi dan Adaptasi Jangka Panjang

Perjalanan belajar bahasa dan adaptasi di negara baru pastinya tidak selalu mulus. Ada kalanya kamu merasa lelah atau frustrasi, ini wajar.

Menemukan Lingkungan Pendukung

  • Bergabung dengan Komunitas: Cari komunitas ekspatriat Indonesia di Jepang, atau grup bahasa Jepang online. Berbagi pengalaman dengan orang yang mengalami hal serupa bisa sangat memotivasi.
  • Dukungan dari Rekan Kerja: Jika Anda memiliki rekan kerja yang suportif, manfaatkan itu. Jangan ragu bertanya meskipun Anda merasa pertanyaan Anda “trivial”. Kebanyakan orang Jepang akan menghargai usaha Anda untuk berkomunikasi.

Tetap Fleksibel dan Terbuka

  • Terima Perbedaan Budaya: Akan ada hal-hal yang berbeda dari budaya Anda. Cobalah untuk memahami konteksnya daripada langsung menghakimi.
  • Terus Belajar dan Berlatih: Bahkan setelah bekerja, tetaplah belajar. Bahasa itu dinamis. Coba cari kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan Anda. Mungkin dengan mengikuti kursus tambahan, membaca buku, atau sekadar menonton berita Jepang setiap hari.
  • Istirahatkan Diri: Jangan terlalu memforsir diri. Belajar bahasa dan bekerja di lingkungan baru membutuhkan energi yang besar. Pastikan Anda punya waktu untuk istirahat dan melakukan hal yang Anda sukai.

Pada akhirnya, belajar bahasa Jepang untuk bekerja di Jepang adalah investasi. Semakin banyak Anda berinvestasi waktu dan tenaga, semakin besar pula hasilnya. Jangan jadikan bahasa sebagai tembok penghalang, tapi jadikanlah jembatan untuk meraih impian dan memahami budaya yang kaya di negara matahari terbit ini. Ganbatte kudasai! (Semangat!)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *