7 Kata Sambung Bahasa Korea dan Contoh Kalimatnya

7 Kata Sambung Bahasa Korea yang Perlu Diketahui, Berikut Aturan Pakainya!

Kata sambung dalam bahasa Korea penting banget untuk dipelajari, lho. Kata sambung ini berguna untuk menghubungkan frasa, kata, dan bahkan kalimat. Saat mengucapkan suatu kalimat, maknanya boleh jadi berbeda sesuai dengan kata sambung yang dipakai.

Setiap bahasa di dunia rasanya memiliki kata sambung atau konjungsi. Konjungsi dalam bahasa Korea bisa sangat rumit, tetapi juga sederhana pada waktu bersamaan. Pelajaran tentang konjungsi ini akan terasa rumit jika Anda baru mulai belajar, yang akan menjadi gampang seiring berjalannya waktu.

Nah, siapkah Anda untuk belajar tentang konjungsi? Sebenarnya apa itu konjungsi dan bagaimana aturan penggunaan konjungsi dalam bahasa Korea? Yuk, cek penjelasannya di bawah ini dan pastikan Anda mencoba praktik berkali-kali supaya lebih lancar saat diucapkan!

Apa Itu Kata Sambung?

Apa Itu Kata Sambung_

Kata sambung, atau dikenal juga sebagai konjungsi, merupakan ungkapan atau kata yang menghubungkan antarfrasa, antar kalimat, dan antarklausa. Saat mau menghubungkan suatu kata dengan kata lainnya, Anda harus menggunakan kata sambung supaya konteksnya jelas.

Contohnya, ketika berkata, “Saya perlu kuas dan kanvas”. Nah, di sini tampak jelas bahwa Anda telah menggunakan kata sambung, yang menghubungkan kata “kuas + gelas”. Kata sambung yang dipakai dalam contoh tersebut berupa “dan”.

Terkesan sederhana, ya? Sayangnya, kata sambung “dan” dalam bahasa Korea Selatan tidak sesederhana bahasa Indonesia. Ada sejumlah aturan yang perlu diperhatikan sebagai dasar berbahasa. Beberapa kosakata juga memiliki arti yang serupa dengan “dan”, tetapi penempatannya berbeda.

Kata Sambung Bahasa Korea

Hal paling tepat yang bisa dilakukan saat bingung karena belajar adalah dengan terus belajar. Anda boleh jadi bingung pada mulanya, seperti ketika pertama kali belajar kata sambung yang biasa dipakai orang Korea, tetapi lama-kelamaan pasti paham, kok.

Anda hanya perlu terus belajar dan senantiasa praktik atas ilmu-ilmu yang sudah diperoleh. Bukankah menyenangkan saat Anda bisa menguasai bahasa Korea, khususnya jika Anda penggemar budaya populer dari negeri ginseng itu?

Jangan biarkan kebingungan menguasai kepala Anda. Yuk, simak macam-macam kata sambung yang biasanya dipakai para penutur asli bahasa Korea di bawah ini:

1. Geu-ri-go

Geu-ri-go

Kata sambung “geu-ri-go” berguna untuk menghubungkan antara dua kalimat yang diakhiri dengan titik. Konjungsi ini bisa Anda anggap setara dengan “and” yang digunakan dalam bahasa Inggris, tetapi aturan pakainya agak berbeda.

Tidak seperti penggunaan kata “and” dalam bahasa Inggris, kata “geu-ri-go” ditempatkan di akhir kalimat yang ditutup dengan tanda titik.  Anda dapat memakai kata sambung ini saat menyelesaikan dan mengakhiri kalimat yang sebelumnya telah diucapkan.

Berikut contohnya:

Kalimat bahasa Inggris, “I brush my teeth and I go to bed”.

Kalimat bahasa Korea, “내 양치질. 그리고 자러 가십시오. (nae yangchijil. geurigo jaleo gasibsio.)”.

Nah, dapatkah Anda menemukan perbedaannya? Coba perhatikan tanda titik sebelum kata “geu-ri-go”. Tahu dong kalau ada tanda titik sebelum kata “geu-ri-go”, maka artinya Anda harus memberi sedikit jeda saat membacanya?

2. Geu-rae-seo

Geu-rae-seo

Anda juga akan mengenal kata “geu-rae-seo” saat belajar membuat kata sambung dalam bahasa Korea. Kata ini biasanya digunakan untuk menyampaikan kesimpulan atau menghubungkan antarkalimat yang punya unsur sebab-akibat.

Kata “geu-rae-seo” bermakna “lalu, jadi, sehingga, dan oleh karena itu”. Kata yang setara dengan “geu-rae-seo” dalam bahasa Inggris, yakni “so atau so that”. Bukankah kata hubung seperti ini biasanya dipakai saat Anda akan mencapai suatu kesimpulan usai memaparkan sebuah penjelasan dengan tepat?

Berikut contoh-contohnya:

  • 내 시험 점수가 나쁘고, 그래서 더 열심히 공부해야 해요. [nae siheom jeomsuga nappeugo, geuraeseo deo yeolsimhi gongbuhaeya haeyo.] Nilai ujian saya buruk, sehingga saya harus belajar lebih keras.
  • 나는 대학에 가고 싶다, 그래서 저축을 시작했습니다. [naneun daehag-e gago sipda, geuraeseo jeochug-eul sijaghabnida.] Saya ingin kuliah, jadi saya mulai menabung.

3. Geu-reo-na

Geu-reo-na

Kata “geu-reo-na” terasa serupa dengan kata “geu-rae-seo” jika dilafalkan dalam bahasa Indonesia tanpa tahu artinya, kan? Namun, tahukah Anda kalau kedua kata penghubung ini punya makna yang berbeda banget.

Kata “geu-reo-na” bermakna “tetapi”. Kata-kata ini sifatnya formal banget sehingga biasanya cuma dipakai dalam struktur penulisan. Anda akan jarang mendengar orang Korea berkata “geu-reo-na” saat bercakap-cakap secara langsung.

Memahami waktu yang tepat untuk mengucapkan suatu kata juga perlu Anda ketahui. Jangan sampai membuat suasana jadi canggung karena Anda mengucapkan kata tertentu pada situasi yang kurang pas. Hal ini tentu sedikit menyulitkan, tetapi Anda harus yakin kalau akan lebih mudah seiring waktu.

Contoh kalimatnya seperti ini:

  • 귀사에서 일할 수있는 기회를 얻게되어 매우 기쁩니다, 그러나 지금은 제 사업을 시작하고 싶습니다. [Gwisa-eseo ilhal su-issneun gihoeleul eodgedoeeo maeu gippeubnida, geu-reo-na jigeum-eun je sa-eob-eul sijaghago sipseubnida.] Saya merasa sangat senang sudah diberi kesempatan bekerja di perusahaan Anda, tetapi kini saya ingin memulai usaha saya sendiri.
  • 백현은 정말 노래하고 싶었어, 그러나 그의 부모는 그것을 허용하지 않았습니다. [Baekhyeon-eun jeongmal nolaehago sip-eoss-eo, geureona geuui bumoneun geugeoseul heoyonghaji anhassseubnida.] Baekhyeon sangat ingin bernyanyi, tetapi orang tuanya tak mengizinkan.

4. Wa dan Gwa

Wa dan Gwa

Kata penghubung “wa” dan “gwa” bermakna “dan”. Konjungsi ini kerap dipakai untuk menggabungkan dua kata benda dengan posisi setara.

Anda bisa memakai pola kalimat berikut: kata benda + (wa/gwa) + kata benda.

Lalu kira-kira apa ya, perbedaan dari “wa” dan “gwa”? Rupanya kata “gwa” dapat Anda pakai saat mengucapkan kata benda yang berakhiran huruf konsonan, sedangkan kata “wa” digunakan untuk kata benda yang berakhiran huruf vokal.

Rumit, ya? Berbeda akhiran huruf pada kata benda bisa berbeda pula konjungsi yang digunakan. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa belajar bahasa Korea akan terasa rumit bagi para pemula.

Contoh kalimatnya seperti ini:

  • 너와 내가 (neowa nega) = kamu dan aku.
  • 시작과 끝 (sijaggwa kkeut) = awal dan akhir.

5. Hago

Hago

Kata “hago” juga bermakna “dan”, tetapi cara pakainya agak berbeda dengan “wa/gwa”. Kalau “wa/gwa” menuntut Anda untuk memperhatikan akhiran huruf pada kata benda, nah, “hago” ini bisa diucapkan dengan bebas.

Kata “hago” sifatnya lebih fleksibel, lho. Anda dapat mengucapkannya tanpa perlu menyesuaikan dengan huruf terakhir pada kata benda, vokal atau konsonan. Ucapkan saja kata sambung ini sesuai dengan kemauan Anda.

Saat ingin mengucapkan “dan”, kata “hago” tampaknya bisa menjadi pilihan yang bagus bagi siapa pun yang baru mempelajari bahasa Korea. Jangan takut salah karena asumsinya Anda baru belajar, kan?

Contoh kalimatnya seperti ini:

  • 준하는 아버지하고 키가 비슷하다 (Junhaneun abeojihago kiga biseushada) = Junha sama tingginya dengan sang ayah.
  • 개하고 고양이가 두마리 있다 (Gaehago goyangiga dumari ittda) = ada anjing dan dua ekor kucing .

6. Geunde

Geunde

Sering mendengar kata “geunde” dalam drama Korea? Tahukah Anda apa arti kata sambung ini? Geunde, yang berasal dari geureonde, rupanya bermakna “tetapi”. 

Satu hal yang harus Anda tahu tentang konjungsi “geunde”, yaitu kata hubung ini tidak bisa dipakai saat menulis suatu dokumen. Anda hanya boleh memakai “geunde” saat bercakap-cakap dalam bahasa Korea.

Kebanyakan orang korea langsung menggunakan kata “geunde” saat berbicara, alih-alih “geureonde”. Jadi, Anda pun bisa meniru kebiasaan orang Korea ini supaya terlihat seperti penutur asli!

Contoh kalimatnya begini:

근데 내 발이 부러졌습니다. ( geunde nae bal-i buleojyeossseubnida.). Artinya, “tapi kakiku patah”.

7. ~Jiman

Jiman

Kata sambung bahasa Korea yang serupa “tetapi” juga salah satunya adalah “~jiman”. Konjungsi ini biasanya dipakai saat Anda mau menghubungkan kalimat atau kata yang maknanya berlawanan.

Contohnya:

나는 이것을 하고 싶지만 할 수 없다. (naneun igeos-eul hago sipjiman hal su eobsda.). Artinya, “saya ingin melakukan ini, tetapi tidak bisa”.

Ada pula versi lain yang serupa dengan “~jiman”, yaitu “hajiman”. Konjungsi “hajiman” ini boleh Anda pakai di antara kalimat dengan niat menunjukkan perbedaannya. Saat menuliskan kata “hajiman”, maka perlu ditambahkan tanda titik pada akhir kalimat sebelumnya, yang menunjukkan jeda sesaat.

Berikut contohnya:

나는 춤추는 것을 좋아한다. 하지만 내 발이 부러졌습니다. (naneun chumchuneun geos-eul joh-ahanda.hajiman nae bal-i buleojyeossseubnida.) artinya, “saya suka menari. Tapi kakiku patah”.

Bagi Anda yang sering menonton drama asal Korea Selatan, pasti familier banget kan, dengan kata sambung “hajima”? Nah, sekarang, Anda juga bisa mengucapkannya sendiri dan bahkan paham maknanya!

Belajar bahasa baru selalu menjadi tantangan bagi setiap orang. Anda mungkin ragu dan kesulitan saat pertama kali mencoba, tetapi kemampuan berbahasa menjadi semakin membaik seiring waktu.

Kata sambung bahasa Korea merupakan bagian penting dari bahasa yang dipakai di negeri ginseng. Jangan malas saat mempelajarinya, ya. Yakin deh, suatu saat Anda pasti bisa bercakap-cakap seperti penutur asli asalkan rajin belajar!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *